MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan ruang penyelesaian berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Tabligh Akbar dan Diskusi Bulanan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar bersama Ikatan Masjid Mushalla Indonesia (IMM) di Gedung Islamic Center IMMIM, Makassar, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang telah memasuki pertemuan kesembilan tersebut diikuti para imam kelurahan, imam masjid, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Makassar.
Dalam kesempatan itu, Munafri menekankan agar forum yang mempertemukan para imam tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan program yang dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.
“Yang diharapkan dari kegiatan ini adalah apa yang hari ini dibicarakan, apa program-program yang dibicarakan, ini harus terimplementasi dengan baik di tengah-tengah masyarakat,” ujar Munafri.
Menurut dia, berbagai bentuk dukungan pemerintah kepada masjid harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masjid maupun jamaahnya.
Karena itu, Munafri mendorong pengurus masjid membangun hubungan yang kuat dengan jamaah dan masyarakat di sekitarnya. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang yang mampu menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.
“Melalui masjid, ekonomi bisa bertumbuh. Melalui masjid, segala macam pemberdayaan bisa kita lakukan,” katanya.
Salah satu bidang pemberdayaan yang menjadi perhatian Munafri adalah pengelolaan sampah. Ia mendorong masjid mengambil peran dalam mengubah perilaku masyarakat, khususnya dalam membangun kebiasaan mengelola sampah secara lebih baik.

Menurutnya, perubahan perilaku tersebut perlu dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk kawasan masjid. Dengan memberikan contoh pengelolaan sampah yang baik, masjid dapat menjadi salah satu pusat edukasi masyarakat mengenai kebersihan dan lingkungan.
Selain persoalan lingkungan, Munafri juga mendorong pengembangan kegiatan ekonomi produktif berbasis masyarakat. Salah satu peluang yang diperkenalkannya adalah budidaya jamur.
Ia berharap materi mengenai budidaya jamur dapat menjadi salah satu agenda pelatihan bagi pengurus dan masyarakat yang berada di lingkungan masjid pada pertemuan selanjutnya.
“Ini sangat penting sekali untuk memastikan kehidupan yang ada di tempat masjid ini tidak hanya difokuskan pada kegiatan-kegiatan sosio-keagamaan, tapi juga bisa menjadi pusat-pusat sirkular ekonomi yang baik,” jelasnya.
Munafri juga meminta masjid diperkuat sebagai ruang interaksi dan perekat hubungan sosial masyarakat.
Ia berharap keberadaan masjid dapat menjadi tempat warga membangun komunikasi, mempererat hubungan antarjamaah, sekaligus menjadi ruang untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan perselisihan yang muncul di lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, masjid diharapkan memiliki peran yang lebih luas dalam mendukung pembangunan sosial di tingkat kelurahan.
Menutup arahannya, Munafri mengajak para imam untuk bersama-sama mendoakan Kota Makassar agar senantiasa berada dalam kondisi aman, sejahtera, dan damai.
Ia juga mengajak masyarakat berdoa agar hujan segera turun di tengah kondisi kebutuhan air bersih yang masih menjadi perhatian. Di sisi lain, pemerintah kota terus melakukan pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)



