Vale Indonesia Konsisten Tegakkan Operasional Pertambangan yang Bertanggung Jawab

PT Vale Klaim Komitmen Operasi Bertanggung Jawab Lewat Pemulihan Sawah Warga (Foto: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, LUWU — Hasil uji laboratorium independen memastikan bahwa tanaman padi di sejumlah desa Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, aman untuk dikonsumsi. Kepastian ini meredakan kekhawatiran petani setelah wilayah pertanian mereka sempat terpapar tumpahan minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO) beberapa waktu lalu.

Pengujian tersebut melibatkan berbagai institusi ahli, mulai dari IPB Consulting, Laboratorium ICBB, hingga Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian di bawah Kementerian Pertanian. Berdasarkan sampel gabah yang dipanen dari area demplot, seluruh hasil uji menunjukkan bahwa komoditas pangan tersebut memenuhi standar mutu dan keamanan konsumsi.

Pemulihan Lahan dan Jadwal Musim Tanam Kedua

Menjaga Standar Operasional: PT Vale Tangani Pemulihan Lingkungan Pasca-Insiden MFO (Foto: Istimewa)

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengungkapkan bahwa hasil laboratorium ini sekaligus menjawab keraguan yang dirasakan para petani selama masa pemulihan. Pemerintah daerah bersama pihak perusahaan menargetkan musim tanam kedua dapat segera dimulai pada Oktober atau paling lambat November 2026.

“Dengan hasil dari dua lab ini, kami berharap musim tanam kedua bisa disegerakan,” ujar Irwan dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (17/10/2026). Ia juga memastikan pemerintah daerah bersama pihak perusahaan siap mendampingi petani serta menyediakan bantuan bibit.

Pendampingan pertanian di wilayah terdampak telah berjalan selama satu siklus budidaya penuh sejak Februari hingga September 2026. Program pemulihan ini mencakup enam wilayah, yakni Desa Lioka (Dusun Molindowe dan Dusun Polapi), Desa Baruga, Desa Langkea Raya, Desa Matompi, serta Desa Timampu.

Respons Petani dan Komitmen Perusahaan

Komitmen Operasi Berkelanjutan PT Vale Diuji Lewat Pemulihan Lahan Pertanian Towuti (Foto: Istimewa)

Keluarga petani di Desa Timampu menyambut baik kepastian hasil uji laboratorium tersebut. Mursalim, salah satu petani setempat, menyatakan bahwa para petani kini dapat kembali mengolah lahan tanpa rasa cemas karena hasil panen dipastikan layak konsumsi.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, menjelaskan bahwa langkah mitigasi dan remediasi dilakukan segera setelah insiden terjadi untuk memulihkan produktivitas lahan warga.

“Hasil laboratorium independen ini menjadi bukti bahwa melalui penanganan yang tepat, lahan sawah tetap produktif dengan hasil pangan yang aman dikonsumsi,” ujar Yusri melalui keterangan tertulis. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan