MENITNEWS.CO.ID, LUWU TIMUR — PT Vale Indonesia Tbk, terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan koperasi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hingga 30 September 2026, perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel tersebut telah mendukung 127 UMKM di empat kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Komitmen tersebut sejalan dengan momentum peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan Pekan Expo Koperasi dan UMKM di Lapangan Iniaku, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, pada 6–10 Oktober 2026.
Kegiatan bertema Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya itu dihadiri Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, bersama jajaran pemerintah daerah, gerakan koperasi, dan pelaku UMKM dari 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, PT Vale Indonesia yang merupakan bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) menerima dua penghargaan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas kontribusinya dalam mendukung kesuksesan Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan perusahaan yang turut menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung pertumbuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan industri tidak hanya diukur dari pencapaian produksi dan investasi, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Kami memiliki komitmen untuk dapat terus mendukung pertumbuhan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Bagi kami, keberhasilan industri dapat diukur melalui produksi dan investasi, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Bernardus.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan operasional, pengembangan proyek hilirisasi, dan pemberdayaan UMKM, PT Vale Indonesia berupaya membuka lebih banyak peluang ekonomi agar masyarakat dapat tumbuh bersama perkembangan industri.
Perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, peningkatan kapasitas, kesehatan, dan kesejahteraan.
Bernardus menjelaskan, pengembangan industri nikel dan investasi perusahaan diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
Dampak tersebut mencakup peningkatan kebutuhan barang dan jasa hingga terbukanya peluang bagi berbagai usaha pendukung industri.
Untuk membantu masyarakat memanfaatkan peluang tersebut, PT Vale Indonesia menjalankan program pemberdayaan UMKM yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar.

Hingga 30 September 2026, sebanyak 127 UMKM telah mendapatkan dukungan PT Vale Indonesia. Program tersebut menjangkau empat kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 UMKM binaan telah memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa. Kehadiran fasilitas pemasaran tersebut memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat daya saing pelaku usaha lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sinergi antara pemerintah, koperasi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas manfaat pembangunan ekonomi daerah.
Pemerintah berperan menciptakan kebijakan dan ekosistem pendukung, koperasi mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis keanggotaan, sedangkan dunia usaha berkontribusi melalui investasi, kemitraan, kegiatan operasional, dan pemberdayaan masyarakat.
Selain mendukung UMKM di sekitar wilayah operasional, semangat penguatan ekonomi berbasis koperasi juga tumbuh di lingkungan karyawan PT Vale Indonesia melalui Koperasi Karyawan Vale (Kopkar Vale).
Berdiri sejak 1979, Kopkar Vale pada awalnya dibentuk untuk memenuhi kebutuhan karyawan PT INCO, perusahaan pendahulu Vale Indonesia, dalam memperoleh barang kebutuhan pokok di Sorowako.
Seiring perkembangan waktu, Kopkar Vale bertransformasi menjadi badan usaha koperasi modern yang memiliki kelembagaan mandiri. Saat ini, koperasi tersebut memiliki lebih dari 1.300 anggota dan mengembangkan beragam layanan, termasuk usaha ritel serta simpan pinjam.
Ketua Kopkar Vale, Muhammad Parawansa Lamude, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi kunci bagi koperasi untuk mempertahankan relevansinya di tengah dinamika ekonomi.
“Koperasi tumbuh dari kebutuhan bersama. Di tengah dinamika ekonomi Sorowako, kami terus berinovasi dan membangun kemitraan agar koperasi tetap relevan serta memberikan manfaat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para anggota,” ujar Muhammad.
Perjalanan Kopkar Vale menunjukkan bahwa koperasi dapat berkembang dari pemenuhan kebutuhan dasar anggota menjadi lembaga usaha yang menyediakan beragam layanan ekonomi.
Penguatan UMKM dan koperasi menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat aktivitas industri bagi masyarakat. Dukungan terhadap peningkatan kapasitas usaha, akses pasar, dan kemitraan diharapkan dapat membantu pelaku ekonomi lokal memanfaatkan peluang yang muncul seiring perkembangan industri nikel di Luwu Timur.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat, PT Vale Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan demikian, perkembangan industri tidak hanya berkontribusi terhadap investasi dan produksi, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat usaha masyarakat, memperluas kesempatan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasional PT Vale Indonesia. (Adv)



