MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali memperkuat jejaring akademik internasionalnya dengan menggelar Pre-Doctoral Programme 2026 bersama Vrije Universiteit Amsterdam (VU Amsterdam). Program pelatih riset ini dikhususkan bagi para akademisi dan calon mahasiswa doktoral asal Indonesia Timur yang hendak melanjutkan pendidikan jenjang PhD di Belanda.
Pada tahun kedua penyelenggaraannya, antusiasme peserta tercatat mengalami lonjakan signifikan. Sebanyak 31 peserta dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur dinyatakan lolos seleksi berkas bahasa serta proposal riset untuk mengikuti tahap pemantapan tatap muka atau Face-to-Face (F2F). Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding pelaksanaan perdana pada 2025 yang hanya diikuti oleh 13 peserta.

Keterwakilan peserta tahun ini juga makin meluas. Dari total 31 akademisi yang berpartisipasi, enam di antaranya berasal dari institusi di luar Unhas, dengan sebaran wilayah mencakup Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Papua.
Inisiatif yang diusung oleh Direktorat Inovasi Pembelajaran Unhas bersama VU Amsterdam ini menghadirkan dua instruktur, yakni Dr. Denyse Snelder dan Dr. Sabina Di Prima. Sepanjang pelatihan, seluruh peserta dibekali materi intensif untuk mengasah keterampilan riset (research skills), kompetensi akademik (academic competencies), hingga kemampuan presentasi (presentation skills).
Pada tahapan tatap muka, para calon doktor diajak membedah dan mematangkan gagasan riset mereka. Materi difokuskan pada upaya memperjelas relevansi topik, menyambungkannya dengan konstelasi literatur ilmiah yang lebih luas, serta merumuskan pendekatan metodologi penelitian yang tepat.
Sebagai keberlanjutan dari sesi tatap muka, para peserta dijadwalkan akan mengikuti sesi one-to-one coaching secara daring pada awal Oktober mendatang. Tahapan ini bertujuan untuk memberikan masukan yang lebih personal dan terarah terhadap proposal penelitian yang sedang disusun.
Dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan universitas. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., hadir mendampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D., untuk membakar semangat para peserta.
Pimpinan Unhas mendorong para pengajar dan akademisi untuk terus memacu kapasitas diri serta jeli menangkap peluang studi doktoral di mancanegara.
“Kita sekarang berada di era jejaring, era Internet of Things, bahkan telah memasuki era AI of Things. Maka jangan berhenti memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan diri,” tutur Rektor Unhas yang akrab disapa Prof. JJ tersebut saat memberikan motivasinya.
Rangkaian Pre-Doctoral Programme tidak sekadar dirancang untuk menghasilkan draf proposal riset yang padat, melainkan juga menempa kesiapan akademik, mental, hingga strategi para peserta sebelum menempuh pendidikan doktoral yang sesungguhnya.
Adapun tahapan tatap muka (Face-to-Face) dari Pre-Doctoral Programme 2026 ini berlangsung selama lima hari, terhitung mulai 7 hingga 11 September 2026, berlokasi di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar. (*)



