Aturan Manifes Diperketat, PELNI Makassar Terapkan Verifikasi Tiga Lapis dan Sweeping Kapal

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menyelenggarakan Fleet Safety Excellence Award 2026 sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkuat budaya keselamatan di seluruh armada perusahaan. (Dok: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Makassar memperketat pengawasan manifes penumpang dengan memberlakukan sistem verifikasi tiga lapis di Pelabuhan Makassar. Langkah ini diambil untuk memastikan jumlah penumpang di atas kapal tidak melebihi kapasitas keselamatan yang diizinkan.

Prosedur pengawasan ketat tersebut mencakup pencocokan identitas dengan tiket, pemeriksaan autogate pelabuhan, hingga pemeriksaan ulang saat penumpang menaiki tangga kapal. Petugas juga menyisir area dalam kapal (sweeping) sebelum keberangkatan untuk menindak penumpang tanpa tiket.

Kepala Cabang PELNI Makassar, Ridwan Mandaliko, menjelaskan bahwa data manifes bukan sekadar urusan administrasi, melainkan dasar utama dari keselamatan pelayaran.

“Manifest adalah data yang menentukan keselamatan setiap orang di atas kapal. Jumlah penumpang harus sama dengan yang tercatat, dan tidak boleh melebihi kapasitas kapal. Dalam kondisi darurat, data yang akurat itulah yang memastikan setiap penumpang dapat ditangani dan diselamatkan,” ujar Ridwan dalam keterangan tertulisnya, September 2026.

Sinergi Tiga Instansi di Pelabuhan

Fleet Safety Excellence Award merupakan program yang ditujukan bagi kapal dan awak kapal PELNI, baik kapal penumpang, kapal perintis, kapal barang, kapal ternak maupun kapal rede. (Dok: Istimewa)

Untuk menutup celah manipulasi data, PELNI Cabang Makassar menyelaraskan data manifes dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Makassar serta PT Pelindo (Persero). Ketiga lembaga mendasarkan pengawasan pada sinkronisasi data terintegrasi dari pintu masuk pelabuhan hingga kapal lepas sandar.

Aturan ini berlaku wajib bagi seluruh orang yang naik ke atas kapal, termasuk keluarga awak kapal yang ikut berlayar. Jika ditemukan penumpang tanpa tiket saat sweeping, petugas akan menurunkan mereka dari kapal atau mengarahkan untuk membeli tiket resmi apabila kuota penumpang masih tersedia.

Kapasitas Alat Keselamatan dan Penanganan Darurat

Penguatan sistem, kepatuhan terhadap prosedur, kesiapsiagaan, serta keterlibatan aktif seluruh awak kapal menjadi bagian dari upaya PELNI menghadirkan layanan transportasi laut yang aman, andal, dan berkelanjutan. (Dok: Istimewa)

Ridwan menegaskan bahwa ketersediaan fasilitas keselamatan pelayaran diatur secara presisi berdasarkan kuota resmi kapal. Jika kapal memuat penumpang melebihi kapasitas terdaftar, rasio perlindungan keselamatan otomatis berkurang.

“Alat keselamatan dihitung berdasarkan kapasitas resmi kapal. Jika penumpang melebihi manifest, perlindungan yang tersedia tidak lagi mencukupi. Itulah alasan kami bersikap tegas terhadap penumpang tanpa tiket,” tegasnya.

Secara nasional, kapal penumpang PELNI dilengkapi alat keselamatan yang disesuaikan dengan regulasi, yakni mencapai 125 persen dari kapasitas maksimal kapal. Fasilitas tersebut mencakup lifeboat (sekoci) dan life-raft (rakit penolong) berkapasitas total 61.191 orang, 70.671 life-jacket, 376 life-buoy, serta 25 Marine Evacuation System (MES) yang diperiksa berkala oleh Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub.

Selain melengkapi sarana fisik, PELNI Makassar mewajibkan latihan kondisi darurat (safety drill) bagi awak kapal penumpang, kapal perintis, dan kapal tol laut yang singgah di Makassar. Latihan ini mencakup simulasi pemadaman kebakaran hingga pertolongan evakuasi.

Program Keselamatan Armada Nasional

Pengetatan operasional di tingkat cabang ini berjalan sejajar dengan langkah PT PELNI (Persero) di tingkat pusat yang menggelar Fleet Safety Excellence Award 2026. Program ini dirancang untuk menilai serta mengapresiasi kebiasaan keselamatan di 84 armada yang dioperasikan perusahaan, meliputi kapal penumpang, perintis, barang, ternak, dan rede.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menyampaikan melalui keterangan resminya bahwa program ini menitikberatkan pada kepemimpinan keselamatan, kesiapsiagaan darurat, serta keberanian awak kapal dalam melaporkan potensi bahaya (hazard reporting).

“Melalui Fleet Safety Excellence Award, kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh awak kapal untuk memastikan pelayaran berjalan aman dan andal,” tutur Ditto.

Guna memastikan kelancaran perjalanan, PELNI Cabang Makassar mengimbau masyarakat untuk senantiasa membeli tiket melalui saluran resmi, menyertakan identitas asli, dan tiba lebih awal di pelabuhan untuk mengikuti alur verifikasi resmi. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan