MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Camat Panakkukang Syahril mengimbau seluruh warga di wilayah Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca yang terasa semakin panas.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul peringatan dini Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar terkait potensi udara terasa panas di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada 24–26 September 2026.
Kota Makassar termasuk wilayah yang berada dalam kategori Waspada, dengan potensi udara terasa panas pada rentang 35–40 derajat Celsius. BBMKG juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut merupakan nilai akumulasi harian tertinggi dalam suatu kabupaten/kota dan tidak berarti seluruh wilayah mengalami suhu aktual pada angka tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Camat Panakkukang Syahril meminta masyarakat tidak lengah dan lebih berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lingkungan permukiman.
“Cuaca yang panas seperti sekarang ini harus menjadi perhatian kita bersama. Saya mengimbau seluruh warga Panakkukang agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” ujar Syahril.
Menurutnya, kewaspadaan perlu dilakukan mulai dari lingkungan rumah masing-masing. Warga diminta memastikan kompor, peralatan listrik, kabel, dan sumber api lainnya dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
Syahril juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan relatif kering dan panas.
“Jangan membakar sampah sembarangan. Pastikan juga peralatan listrik dan sumber api sudah aman ketika rumah ditinggalkan. Hal-hal kecil seperti ini perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” katanya.
Ia menambahkan, pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya asap, api, atau kondisi lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran agar dapat segera ditangani.
“Kalau melihat ada tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait. Jangan menunggu api membesar karena penanganan lebih awal akan membantu mencegah kebakaran meluas,” tegas Syahril.
Selain risiko kebakaran, BBMKG juga mengimbau masyarakat mencukupi kebutuhan air minum, membatasi aktivitas di bawah terik matahari terutama pada siang hari, menggunakan pelindung diri ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mewaspadai gangguan kesehatan akibat paparan panas.
BBMKG menyebut peringatan udara panas untuk Makassar dan sejumlah daerah lainnya berlaku hingga Sabtu, 26 September 2026. Kondisi tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer sehingga masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca resmi.
Dalam kondisi cuaca panas dan relatif kering, kewaspadaan terhadap sumber api juga menjadi penting. BMKG secara umum mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran serta menghindari pembakaran sampah atau pembukaan lahan secara sembarangan.
Syahril berharap kesadaran masyarakat Panakkukang dalam menjaga keamanan lingkungan dapat terus ditingkatkan sehingga potensi kebakaran maupun dampak lain akibat cuaca panas dapat diminimalkan.
“Yang paling penting adalah kewaspadaan bersama. Mari kita jaga lingkungan masing-masing dan saling mengingatkan agar Panakkukang tetap aman dari kebakaran,” pungkas Syahril. (Adv)



