MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri perayaan Hari Nasional ke-96 Kerajaan Arab Saudi yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Rabu malam, 23 September 2026.
Andi Sudirman hadir dalam agenda diplomatik tersebut bersama sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih, duta besar negara sahabat, tokoh nasional, serta perwakilan diplomatik dari berbagai negara.
Sejumlah pejabat pemerintah yang hadir di antaranya Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Turut hadir Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal dan sejumlah perwakilan diplomatik negara sahabat.
Perayaan tersebut juga dihadiri Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia, Republik Demokratik Timor-Leste, dan ASEAN, H.E. Faisal Abdullah H. Amodi, bersama Mrs. Mona A. Qadoor.
Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Arab Saudi memiliki ruang kerja sama yang luas. Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, perdagangan, pendidikan, hingga pariwisata dan sektor strategis lainnya.
“Alhamdulillah kami menghadiri Hari Nasional Kerajaan Arab Saudi bersama Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, jajaran Kabinet Merah Putih Pemerintah Indonesia dan para Dubes negara sahabat serta undangan tokoh nasional Indonesia,” ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, momentum peringatan Hari Nasional Arab Saudi menjadi bagian dari pertemuan diplomatik yang mempertemukan pemerintah Indonesia dengan perwakilan negara sahabat.
Peringatan Hari Nasional ke-96 Arab Saudi pada 2026 menandai 96 tahun penyatuan wilayah-wilayah Arab Saudi menjadi Kerajaan Arab Saudi di bawah Raja Abdulaziz Al Saud.
Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan persahabatan Indonesia dan Arab Saudi yang selama ini berkembang di berbagai bidang.
Kerja sama kedua negara mencakup perdagangan, investasi, energi, pendidikan, pariwisata, hingga kebudayaan. Hubungan tersebut juga memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui berbagai peluang kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan sektor lainnya. (*)



