Sulsel Raih Peringkat IV PPD 2026, Perencanaan dan Inovasi Jadi Atensi

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) meraih peringkat IV kategori provinsi dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan PPD dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Penghargaan diterima Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan.

Dalam pemeringkatan kategori provinsi, Sulsel berada di bawah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Sementara Sumatera Selatan menempati peringkat kelima.

PPD merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah yang dinilai memiliki kualitas perencanaan pembangunan, kinerja pelaksanaan pembangunan, serta inovasi daerah.

Irawan mengatakan, capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pemprov Sulsel untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan agar semakin berbasis data dan berorientasi pada hasil.

“Capaian ini menjadi dorongan bagi Sulawesi Selatan untuk terus memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil,” kata Irawan, Kamis (1/10/2026).

Dalam tahapan penilaian PPD 2026, Pemprov Sulsel memaparkan sejumlah program prioritas yang dinilai memiliki dampak terhadap pembangunan daerah. Salah satunya Smart School yang dikembangkan Dinas Pendidikan Sulsel melalui konsep “Satu Standar, Satu Guru, Satu Sulsel”.

Program Smart School memanfaatkan pembelajaran hybrid berbasis digital untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong pemerataan kualitas pembelajaran di berbagai wilayah Sulsel.

Inovasi tersebut menjadi salah satu program yang dipaparkan Pemprov Sulsel dalam proses penilaian PPD 2026, terutama dalam aspek inovasi dan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pendidikan.

Selain sektor pendidikan, Pemprov Sulsel juga memaparkan pembangunan infrastruktur melalui skema Multi Years Project (MYP).

Skema tahun jamak tersebut mencakup pembangunan dan penanganan jalan, jaringan irigasi, serta pembangunan rumah sakit regional.

Penerapan MYP diarahkan untuk memfokuskan pembiayaan pada sejumlah program prioritas daerah.

Program tersebut juga ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung aktivitas ekonomi, serta memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan publik.

Pemprov Sulsel sebelumnya menyebut pelaksanaan MYP 2025-2027 mencakup penanganan sekitar 1.000 kilometer jalan provinsi, pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi, serta pembangunan rumah sakit regional.

PPD 2026 mengusung tema “Perencanaan dan Kinerja Pelaksanaan Prioritas Nasional di Daerah”.

Bappenas menyebut PPD menjadi instrumen evaluasi sekaligus sarana untuk mendorong penguatan sinergi pembangunan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurut Irawan, capaian Sulsel pada PPD 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk menjaga konsistensi antara perencanaan yang telah disusun dengan pelaksanaan pembangunan di lapangan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi antara prioritas pembangunan daerah dan nasional sehingga perencanaan yang disusun dapat diterjemahkan ke dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Penyerahan PPD 2026 dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.

Penghargaan PPD 2026 diberikan kepada pemerintah daerah dalam tiga kategori, yakni provinsi, kabupaten, dan kota.

Dalam kegiatan tersebut, Irawan didampingi Sekretaris Bappelitbangda Sulsel Reza Eggy Pandevi, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Inyo, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPEPD) Yanuar Fahd, serta jajaran Bappelitbangda Sulsel. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan