MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), mempercepat persiapan pembangunan Jalan Bypass Mamminasata Segmen III dan Segmen IV di Kabupaten Maros. Proyek ini ditargetkan membuka konektivitas baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Metropolitan Mamminasata.
Jalan Bypass Mamminasata merupakan bagian dari pengembangan jaringan infrastruktur transportasi yang menghubungkan kawasan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar. Kehadiran segmen lanjutan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas pada jaringan jalan eksisting serta memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel yang juga Ketua Tim Persiapan, Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., MM., MH., mengatakan pembangunan Segmen III dan Segmen IV memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas kawasan Mamminasata.
“Pembangunan Jalan Bypass Mamminasata Segmen III dan Segmen IV ini merupakan bagian esensial dari pengembangan jaringan jalan untuk meningkatkan konektivitas kawasan Metropolitan Mamminasata. Tujuannya jelas, yakni memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendukung pengembangan wilayah Kabupaten Maros secara khusus dan Provinsi Sulawesi Selatan secara luas,” ujar Ishaq Iskandar, Rabu (30/9).
Siapkan 12,42 Hektare Lahan
Ishaq menjelaskan, berdasarkan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT), kebutuhan lahan untuk pembangunan lanjutan Jalan Bypass Mamminasata Segmen III dan Segmen IV mencapai 124.243,62 meter persegi atau sekitar 12,42 hektare.
Lahan tersebut tersebar di lima wilayah, yakni Kelurahan Pettuadae dan Kelurahan Taroada di Kecamatan Turikale, Desa Bonto Mate’ne di Kecamatan Mandai, serta Desa Damai dan Desa Kurusumangae di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.
Kebutuhan lahan 12,42 hektare tersebut merupakan bagian dari total kebutuhan lahan pembangunan Jalan Bypass Mamminasata yang mencapai 44,17 hektare.
Dari total kebutuhan tersebut, sekitar 31,75 hektare telah dibebaskan melalui proses pengadaan tanah pada periode sebelumnya. Dengan demikian, pengadaan lahan untuk Segmen III dan Segmen IV menjadi bagian lanjutan dari pembangunan jaringan bypass tersebut.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemprov Sulsel memproyeksikan keberadaan Jalan Bypass Mamminasata tidak hanya berfungsi sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Infrastruktur tersebut juga diharapkan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian melalui peningkatan aksesibilitas menuju berbagai pusat kegiatan masyarakat.
Jalan bypass akan memperkuat akses menuju kawasan permukiman, pusat perdagangan dan jasa, kawasan ekonomi, serta simpul transportasi strategis, termasuk Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.
Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan memperlancar arus distribusi barang dan jasa antarkawasan di Metropolitan Mamminasata.
Pengadaan Tanah Dilakukan Bertahap
Untuk memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel, pengadaan tanah akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tahapan pengadaan tanah meliputi tiga fase utama. Tahap pertama adalah persiapan yang mencakup pemberitahuan, pendataan awal, konsultasi publik, hingga penetapan dan pengumuman lokasi.
Tahap kedua merupakan pelaksanaan yang meliputi inventarisasi dan identifikasi, penilaian ganti kerugian, musyawarah, hingga pelepasan objek tanah.
Selanjutnya, tahap ketiga berupa penyerahan hasil pengadaan tanah kepada pihak yang membutuhkan lahan untuk pembangunan.
Pemprov Sulsel menargetkan seluruh proses pengadaan tanah dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun dan rampung pada 2026.
Setelah proses pengadaan tanah selesai, pekerjaan fisik pembangunan Jalan Bypass Mamminasata Segmen III dan Segmen IV dijadwalkan berlangsung mulai 2027 hingga 2030.
Ishaq mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulsel memperkuat konektivitas dan mendukung pengembangan kawasan Metropolitan Mamminasata secara berkelanjutan.
“Melalui langkah terukur ini, Pemprov Sulsel optimistis konektivitas antarwilayah di kawasan Metropolitan Mamminasata akan semakin tangguh, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam menopang daya saing daerah di masa depan,” pungkas Ishaq Iskandar. (Adv)



