MENITNEWS.CO.ID, SOPPENG — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), menghadirkan solusi atas krisis air bersih yang selama ini melanda sekolah-sekolah di daerah.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN meresmikan dua unit sumur bor di SD Negeri 219 Madekkang dan SMP Negeri 2 Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, baru-baru ini.
Bantuan infrastruktur air bersih ini memberikan manfaat langsung bagi total 333 jiwa yang terdiri dari guru dan murid. Rinciannya, fasilitas tersebut menjangkau 83 penerima manfaat di SD Negeri 219 Madekkang dan 250 penerima manfaat di SMP Negeri 2 Marioriwawo.
Pembangunan fasilitas ini mencakup pembuatan sumur bor dalam yang dilengkapi dengan pompa submersible serta instalasi pendukung untuk menyalurkan air secara optimal ke seluruh area sekolah.
Sebelum adanya bantuan ini, kedua sekolah kerap menghadapi kendala serius terkait ketersediaan air bersih, terutama saat memasuki musim kemarau. Keterbatasan pasokan air sempat menghambat pemenuhan standar sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah, bahkan memaksa para siswa untuk membawa air sendiri dari rumah guna keperluan harian.
Plh. General Manager PLN UID Sulselrabar, Albert Safaria, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan.

”Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang kesehatan dan kenyamanan warga sekolah. Melalui program TJSL ini, PLN ingin membantu guru dan murid menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan lebih baik. Kami berharap fasilitas sumur bor ini dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Albert, Sabtu (3/10/2026).
Apresiasi tinggi turut disuarakan oleh pihak sekolah. Kepala SD Negeri 219 Madekkang, Haeruddin, S.Pd.SD., M.M., mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan PLN.
”Dahulu, ketika musim kemarau, anak-anak harus membawa air dari rumah karena ketersediaan air di sekolah sangat terbatas. Sekarang air sudah melimpah dan dapat digunakan untuk kebutuhan operasional sekolah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Haeruddin.
Hal senada disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 2 Marioriwawo, Hj. Nur Alam Sainuddin, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, kehadiran sumur bor ini membawa perubahan signifikan dalam mendukung kenyamanan serta penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah.
Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh Miska Maisarah, salah satu siswi SMP Negeri 2 Marioriwawo. “Terima kasih kepada PLN karena sudah membantu menyediakan air bersih di sekolah kami. Dulu kami mengalami krisis air bersih, tetapi sekarang sudah tidak kekurangan air lagi,” tuturnya.
Melalui penyediaan fasilitas ini, PLN UID Sulselrabar tidak hanya menyelesaikan masalah operasional sekolah di kala kemarau, tetapi juga turut berkontribusi nyata dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta TPB 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera. (*)



