Berkat Program MYP Pemprov Sulsel, Jalan Salaonro-Soppeng Batas Wajo Kini Sudah Mulus

MENITNEWS.CO.ID, WAJO — Kondisi Ruas Jalan Salaonro–Batas Kabupaten Wajo sepanjang 8,23 kilometer kini semakin mantap setelah mendapat penanganan melalui Program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).

Ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan wilayah Kabupaten Soppeng dengan Kabupaten Wajo. Penanganannya menjadi bagian dari Paket 4 Program MYP dengan total nilai anggaran mencapai Rp615 miliar.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, kondisi ruas jalan tersebut sebelumnya masih berupa lapisan agregat dengan permukaan yang kasar dan belum dilengkapi lapisan perkerasan beraspal.

Kini, kondisi jalan telah mengalami perubahan signifikan. Permukaan jalan telah mendapatkan lapisan perkerasan beraspal yang lebih rata, sementara bagian bahu jalan juga ditangani menggunakan lapisan beton.

“Alhamdulillah kini perubahan kondisi jalan terlihat jelas. Permukaan jalan telah mendapatkan lapisan perkerasan beraspal dengan kondisi yang lebih rata, sementara bagian bahu jalan juga telah ditangani dengan lapisan beton,” kata Andi Sudirman, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya bertujuan memperbaiki tampilan fisik jalan, tetapi juga meningkatkan fungsi jalan sebagai prasarana transportasi yang menunjang mobilitas masyarakat.

Jalan yang semakin mantap diharapkan dapat memperlancar perjalanan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi barang antarkawasan.

“Insya Allah proses pembangunan kita lakukan secara bertahap, supaya semua ruas di sejumlah wilayah hasilnya bisa lebih mantap,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rosyadi, menjelaskan bahwa penanganan perkerasan pada ruas tersebut salah satunya menggunakan Laston Lapis Aus (AC-WC/Asphalt Concrete Wearing Course).

Rosyadi menjelaskan, AC-WC merupakan lapisan permukaan pada perkerasan lentur yang bersentuhan langsung dengan lalu lintas kendaraan.

Lapisan tersebut berfungsi menyediakan permukaan jalan yang lebih rata dan memiliki tingkat kekesatan yang memadai. Selain meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, lapisan ini juga dirancang untuk meningkatkan ketahanan permukaan jalan terhadap beban lalu lintas dan pengaruh kondisi lingkungan.

“Tidak hanya permukaan jalan, penanganan juga mencakup elemen pendukung berupa sistem drainase di sisi jalan. Keberadaan drainase menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja jalan karena berfungsi mengendalikan dan mengalirkan air permukaan agar tidak menggenang di sekitar badan jalan,” jelas Rosyadi.

Menurutnya, sistem drainase yang baik juga diperlukan untuk mengurangi potensi kerusakan perkerasan jalan akibat pengaruh air.

Dengan kondisi jalan yang lebih mantap, masyarakat yang menggunakan jalur Salaonro–Batas Wajo kini dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan lancar.

Perbaikan tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya Soppeng dan Wajo.

“Melalui program MYP ini, kita terus mendorong penanganan infrastruktur secara bertahap dengan memperhatikan tidak hanya lapisan perkerasan, tetapi juga berbagai elemen pendukung jalan,” pungkas Rosyadi.

Diketahui, penanganan Ruas Jalan Salaonro–Batas Wajo merupakan bagian dari pekerjaan yang lebih luas dalam Program MYP Jalan Paket 4.

Secara keseluruhan, Paket 4 mencakup 15 ruas jalan sepanjang 286,80 kilometer yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone.

Program tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp615 miliar dan menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulsel meningkatkan kualitas konektivitas serta pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di Sulawesi Selatan. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan