Wagub Fatmawati Rusdi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI Siapkan Rp25 Miliar Untuk Lima Pulau di Sulsel

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel), Fatmawati Rusdi, melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang menyasar lima pulau di wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam program tersebut, Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 miliar untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat di wilayah kepulauan.

Pelepasan ekspedisi bertema “Bentang Lautan, Satukan Rupiah, Teguhkan Kedaulatan Negeri” berlangsung di Markas Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI), Makassar, Selasa (13/10/2026). Ekspedisi dijadwalkan berlangsung hingga 19 Oktober 2026 dengan melibatkan BI dan TNI Angkatan Laut.

Program ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap uang Rupiah layak edar, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan dan penukaran uang.

Fatmawati Rusdi menegaskan, pemerataan akses terhadap Rupiah merupakan bagian penting dari pembangunan yang inklusif. Kondisi geografis Sulawesi Selatan yang memiliki banyak wilayah kepulauan, menurut dia, tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang memadai.

“Ekspedisi Rupiah ini memastikan bahwa Rupiah secara menyeluruh bisa diakses oleh masyarakat kita sampai dengan pulau terluar, dengan kesetaraan dan kedaulatan secara inklusif,” ujarnya.

Ia mengapresiasi sinergi Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut yang secara konsisten menghadirkan layanan penukaran uang hingga ke wilayah kepulauan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata dia, mendukung berbagai upaya untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap Rupiah secara merata.

Fatmawati menjelaskan, kolaborasi Pemprov Sulsel dan BI juga diwujudkan melalui layanan penukaran uang menjelang Hari Raya Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru. Pada pelaksanaan ERB 2026, kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan pengumpulan uang logam dan uang tidak layak edar melalui komunitas Vespa.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menjelaskan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program sinergi BI dan TNI Angkatan Laut yang telah berlangsung sejak 2012.

Selama 14 tahun pelaksanaan, program tersebut telah menyelenggarakan 150 kegiatan kas keliling di wilayah 3T dengan jangkauan mencapai 766 pulau.

Menurut Rizki, distribusi Rupiah di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kondisi geografis sebagai negara kepulauan hingga kualitas uang yang beredar di masyarakat. Penggunaan mata uang selain Rupiah di sejumlah wilayah perbatasan juga menjadi perhatian dalam upaya menjaga kedaulatan mata uang nasional.

Karena itu, penyediaan uang layak edar perlu diimbangi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali, merawat, dan memperlakukan Rupiah dengan baik.

“Di lima pulau itu nanti masyarakat dapat menukar uang lusuh dengan uang baru. Kami menyediakan uang sekitar Rp25 miliar dan berharap jumlahnya mencukupi kebutuhan penukaran masyarakat,” kata Rizki.

Penyediaan uang tunai tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di pulau-pulau yang menjadi sasaran ekspedisi memperoleh uang Rupiah dalam kondisi layak edar tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat layanan perkotaan.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 menggunakan KRI Marlin 877 dengan rute pelayaran dari Makassar menuju lima pulau, yakni Pulau Gondong Bali, Pulau Badi, Pulau Liukang Loe, Pulau Bahuluang, dan Pulau Selayar, sebelum kembali ke Makassar.

Pelayaran yang berlangsung hingga 19 Oktober 2026 tersebut menempuh jarak sekitar 410 mil laut.

Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, mengatakan pengerahan KRI Marlin 877 merupakan bentuk dukungan TNI Angkatan Laut terhadap upaya Bank Indonesia dalam memperluas jangkauan layanan Rupiah ke masyarakat di wilayah kepulauan.

Ia menjelaskan, kapal tersebut membawa 45 personel TNI Angkatan Laut. Sementara itu, BI menugaskan 15 personel untuk melaksanakan pelayanan penukaran uang selama ekspedisi berlangsung.

Kolaborasi kedua institusi ini menjadi bagian dari upaya memastikan ketersediaan Rupiah di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Selain pelayanan penukaran uang, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat di pulau-pulau yang dikunjungi.

Kegiatan tersebut meliputi pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan. TNI Angkatan Laut juga merencanakan kegiatan open ship, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat kapal perang Indonesia.

Rangkaian kegiatan lainnya mencakup pengumpulan uang logam, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), serta ekspo mini yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Melalui kegiatan tersebut, BI dan TNI Angkatan Laut tidak hanya berupaya memperluas akses terhadap uang Rupiah layak edar, tetapi juga meningkatkan literasi masyarakat mengenai mata uang nasional dan memberikan manfaat sosial bagi warga di wilayah kepulauan.

Kehadiran Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di lima pulau di Sulawesi Selatan diharapkan memperkuat pemerataan layanan kas, menjaga kualitas uang yang beredar, serta meneguhkan Rupiah sebagai simbol persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan