MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea, Makassar, menjadi tuan rumah penandatanganan kerja sama akademik internasional dengan Coventry University, Inggris, Kamis (29/10/2026). Kemitraan strategis ini difokuskan pada percepatan transformasi institusi pendidikan tinggi tersebut menjadi universitas berbasis riset berdaya saing global.
Naskah kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani langsung oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. dan Deputy Vice-Chancellor Coventry University Prof. Richard Dashwood. Agenda kolaborasi ini mencakup pertukaran sivitas akademika, riset bersama, publikasi ilmiah internasional, hingga penyelenggaraan simposium dan kursus singkat.
Adopsi Strategi Niche Dominance

Dalam kuliah umum di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas yang dihadiri sekitar 150 peserta dari kalangan peneliti dan mahasiswa pascasarjana, Prof. Richard memaparkan pengalaman institusinya membangun kapasitas penelitian. Salah satu pendekatan utama yang dibagikan adalah niche dominance atau pemusatan sumber daya pada bidang riset yang paling kompetitif.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak harus unggul di seluruh disiplin ilmu, melainkan perlu mengenali kekuatan spesifik institusi. Coventry University sendiri mengonsolidasikan kelompok riset ke dalam pusat terkoordinasi sejak 2015, hingga mencapai kemandirian finansial pada 2017 serta kemandirian struktural pada 2021 melalui pendekatan transdisipliner (challenge-led Research Centres).
Pelibatan Pengguna Akhir dan Relevansi Riset

Selain penataan kelembagaan, Coventry University menekankan pentingnya pendekatan co-creation yang melibatkan end users sejak tahap perumusan masalah. Pemerintah, sektor industri, dan komunitas diajak berperan aktif agar produk penelitian memiliki daya terap dan kontribusi nyata di luar dinding kampus.
Rektor Unhas yang akrab disapa Prof. JJ menilai pengalaman tersebut memberikan perspektif penting bagi agenda lembaganya. Pemetaan potensi periset dan infrastruktur internal akan dijadikan landasan dalam menentukan bidang unggulan riset Unhas ke depan.
“Penguatan riset tidak cukup hanya dengan meningkatkan produktivitas penelitian, tetapi juga perlu memastikan hasilnya memiliki relevansi dan memberikan manfaat nyata,” ujar Prof. JJ melalui keterangan tertulis.
Melalui sinergi ini, Unhas berharap kerja sama tidak berhenti pada tataran seremonial formal, melainkan berlanjut pada perancangan program studi kompetitif dan perluasan kontribusi universitas di kancah global. (*)



