MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — RSUD Daya Kota Makassar memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan, dengan memanen kompos hasil pengolahan sampah organik melalui inovasi “Pesona Daeng” atau Program Pengelolaan Sampah Organik Anorganik dan Penghematan Energi.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Kota Makassar, dalam mendorong pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya. Sampah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi timbunan kini diolah menjadi kompos yang memiliki nilai guna.
Kompos hasil pengolahan tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung urban farming di lingkungan RSUD Daya. Rencananya, kompos digunakan sebagai media tanam berbagai jenis sayuran, buah-buahan hingga tanaman obat.
Direktur RSUD Daya Kota Makassar, dr. Andi Any Muliany, M.Kes, mengatakan keberhasilan panen kompos menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan rumah sakit.
“Inovasi ini bukan hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi rumah sakit. Kompos yang kita hasilkan akan digunakan untuk menanam sayur, buah, dan tanaman obat, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga rumah sakit, pengunjung, maupun masyarakat sekitar,” ujar dr. Any Muliany, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan dengan mengangkut sampah ke tempat pembuangan. Pemilahan sejak dari sumber menjadi langkah penting agar sampah organik dan anorganik dapat ditangani sesuai karakteristiknya.
Melalui Pesona Daeng, RSUD Daya mengolah limbah organik yang berasal dari aktivitas dapur, seperti sisa potongan sayur dan buah. Limbah tersebut kemudian dipadukan dengan ranting serta daun dari taman rumah sakit untuk menjalani proses fermentasi yang ramah lingkungan.
Proses tersebut menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai media tanam. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak berhenti pada upaya mengurangi volume limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang mendukung penghijauan dan ketahanan pangan.

Program tersebut sekaligus memperkuat gerakan pemilahan sampah yang tengah didorong Pemerintah Kota Makassar. RSUD Daya berupaya menjadikan lingkungan rumah sakit sebagai contoh penerapan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Selain diterapkan di lingkungan rumah sakit, edukasi mengenai pengomposan dan pemilahan sampah juga terus disosialisasikan kepada para pegawai. Mereka didorong untuk menerapkan kebiasaan serupa di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Harapannya, kebiasaan memilah dan mengolah sampah ini tidak hanya berhenti di rumah sakit. Kami ingin seluruh pegawai dapat membawa praktik baik ini ke rumah masing-masing dan menjadi contoh bagi keluarga serta masyarakat,” kata dr. Any.
Menurutnya, pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan terbatas dapat berjalan beriringan.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara kompos tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman pangan maupun tanaman obat.
Langkah RSUD Daya ini juga mendukung upaya membangun ketahanan pangan perkotaan melalui pemanfaatan ruang yang tersedia secara produktif.
Keberhasilan panen kompos tersebut menunjukkan bahwa rumah sakit tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan melalui inovasi sederhana yang memiliki manfaat berkelanjutan.
Dengan penerapan Pesona Daeng, RSUD Daya Kota Makassar turut memperkuat pesan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber, termasuk di lingkungan fasilitas pelayanan publik. (*)

