MENITNEWS.CO.ID, MAROS — Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi menarik sebanyak 327 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penarikan ini menandai berakhirnya masa pengabdian masyarakat yang telah berlangsung selama 40 hari di wilayah tersebut.
Acara pelepasan dan penarikan mahasiswa KKN dipusatkan di Lapangan Pallantikang, kompleks Kantor Bupati Maros, pada Senin (17/8). Agenda ini dihadiri oleh ratusan peserta KKN dari berbagai desa dan kelurahan, serta didampingi puluhan Dosen Pendamping Kegiatan (DPK).
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyambut hangat penutupan program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa masa pengabdian mahasiswa terasa berlalu sangat cepat, namun diharapkan meninggalkan kesan mendalam serta pengalaman berharga bagi para peserta.
Chaidir berpesan agar bekal dan pengalaman yang didapat di lapangan mampu memberikan manfaat nyata, sekaligus menjadi wahana pembelajaran sosial di luar ruang perkuliahan.
Selain itu, ia mengimbau para mahasiswa untuk tidak memutus tali silaturahmi dengan pemerintah desa maupun kelurahan setempat meskipun masa KKN telah usai.
Baca juga: Unhas Day 2026 Sambut Mahasiswa Baru, Rektor Prof JJ Tegaskan Dukungan Pengembangan Minat dan Bakat
Menjaga hubungan baik ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan kontribusi akademisi Unhas bagi masyarakat Maros. Terlebih lagi, Kabupaten Maros secara geografis berbatasan langsung dan memiliki kedekatan strategis dengan Kota Makassar.
Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh perwakilan DPK KKN Gelombang 116 Kabupaten Maros, Ishaq Rahman. Mewakili pimpinan civitas akademika Unhas, ia mengutarakan rasa terima kasih atas penerimaan hangat, penerimaan penuh, serta bantuan yang disalurkan jajaran Pemerintah Kabupaten Maros sepanjang kegiatan berlangsung.
Ishaq memaparkan, selama 40 hari di lapangan, ratusan mahasiswa tersebut disebar ke 14 kecamatan di wilayah Maros. Mereka menjalankan program tematik yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan warga dan mendukung program pembangunan daerah.
Terdapat lima pilar utama yang menjadi fokus KKN Gelombang 116 di Maros, meliputi pemberdayaan desa, penanganan perubahan iklim, Keterbukaan Informasi Publik (KIP), pengembangan infrastruktur pekerjaan umum, hingga kesadaran hukum.
Salah satu program unggulan yang menyedot perhatian adalah KKN Tematik KIP. Program ini difokuskan untuk memperkuat tata kelola informasi publik pada tingkat desa dan kelurahan.
Baca juga: Gubernur Lemhannas Tekankan Pendidikan dan Karakter Kebangsaan Bagi Mahasiswa Unhas
Beberapa wilayah yang menjadi titik fokus program KIP ini di antaranya Leang-leang, Kurusumange, Lekopancing, Adatongeng, Boribellaya, serta Turikale.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa mengkontribusikan keahlian mereka dengan membantu membangun dan mengelola situs web informasi publik, merapikan basis data desa, hingga melatih serta meningkatkan kapasitas aparatur setempat dalam mengelola sistem informasi publik secara akuntabel. (*)

