MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si., menekankan pentingnya pendidikan, karakter, dan wawasan kebangsaan dalam membentuk generasi muda yang mampu menghadapi perubahan serta berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Pesan tersebut disampaikan Ace Hasan saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) di Baruga A.P. Pettarani, Makassar, Kamis (13/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Ace Hasan mengatakan pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan tidak hanya membentuk kemampuan intelektual, tetapi juga karakter dan kesadaran kebangsaan.
“Hanya melalui pendidikan, kita dapat tumbuh sebagai bangsa yang kokoh. Pendidikan membangun kemampuan intelektual, karakter, dan kesadaran kebangsaan. Pendidikan juga membekali kita untuk memahami perubahan serta menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di lingkungan nasional maupun global,” jelasnya.
Ia menilai, kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, adaptif, dan mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Ace Hasan juga menyoroti posisi Universitas Hasanuddin sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki modal historis kuat dalam pembentukan karakter kebangsaan.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan Sultan Hasanuddin yang melekat dalam identitas Unhas dapat menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter mahasiswa.
Selain itu, keberadaan Unhas di kawasan Indonesia Timur dinilai memberikan posisi strategis bagi perguruan tinggi tersebut dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi kawasan untuk mendukung kemajuan Indonesia.
“Indonesia Timur memiliki banyak potensi untuk mendukung kemajuan bangsa Indonesia. Mahasiswa di kawasan ini perlu melihat dirinya sebagai bagian penting dari masa depan pembangunan nasional,” ujarnya.
Ia mendorong mahasiswa Unhas untuk berani mengambil peran dalam menjaga ketahanan nasional, sekaligus memiliki pola pikir transformatif, adaptif, dan visioner.
Ace Hasan menilai potensi besar yang dimiliki Indonesia Timur membutuhkan sumber daya manusia unggul yang mampu mengembangkan berbagai sektor secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Dalam kuliah umumnya, Gubernur Lemhannas juga mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan ketahanan nasional di tengah perubahan lingkungan strategis global.
Perkembangan geopolitik, teknologi, serta hubungan antarnegara, kata dia, membutuhkan generasi muda yang memiliki wawasan luas dan tetap memiliki pijakan kebangsaan yang kuat.
Mahasiswa sebagai calon pemimpin nasional dituntut mampu membaca dinamika global, berpikir kritis, serta merespons berbagai perubahan secara cepat dan adaptif.
“Mahasiswa sebagai calon pemimpin nasional perlu memiliki keberanian mengambil peran, membaca dinamika global, serta merespons perubahan secara kritis dan adaptif,” katanya.
Ace Hasan juga mengapresiasi pelaksanaan PKKMB Pascasarjana Unhas yang tidak hanya menjadi ruang pengenalan kehidupan akademik, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pendidikan dan karakter kebangsaan.
Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus memiliki integritas dan kepedulian terhadap kepentingan bangsa.
Menutup kuliah umum, Ace Hasan mengajak mahasiswa memanfaatkan masa studi di Unhas untuk memperluas wawasan, mengasah kemampuan kepemimpinan, serta membangun kapasitas diri.
Ia berharap pengalaman akademik yang diperoleh mahasiswa tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi menjadi bekal untuk menghadapi perubahan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jadilah generasi yang terus membawa perubahan, pembelajar sepanjang hayat, berpikir kritis, memiliki integritas, dan mencintai tanah air,” pesannya.
Menurut Ace Hasan, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi harus mampu diterapkan untuk menghadirkan perubahan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa.
Kuliah umum Gubernur Lemhannas RI tersebut menjadi bagian dari rangkaian PKKMB Pascasarjana Unhas, yang diikuti 2.462 mahasiswa baru. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memperkuat perspektif kebangsaan sejak awal masa pendidikan di perguruan tinggi. (*)

