MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan mempertegas struktur organisasi dan garis komando kepemimpinan di tingkat kabupaten dan kota. Seluruh kebijakan, langkah strategis, hingga otoritas PWI di daerah dipastikan berada penuh di bawah naungan PWI Provinsi Sulsel.
Penegasan hirarki ini disampaikan langsung oleh Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom., dalam forum koordinasi bersama jajaran pengurus provinsi dan perwakilan daerah di Warkop Sami, Panakkukang, Makassar, Minggu (23/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Suwardi didampingi oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, H. Mappiar.
Suwardi menegaskan bahwa pembenahan struktur di tingkat daerah kini menjadi fokus utama PWI Sulsel, terutama bagi wilayah yang telah habis masa baktinya atau mengalami kekosongan kepemimpinan. Untuk menjaga stabilitas, kendali organisasi di daerah yang mengalami kekosongan akan diambil alih langsung oleh pengurus provinsi.
Baca juga: PWI dan IKWI Sulsel Rayakan HUT ke-81 RI Dengan Lomba dan Semangat Kebersamaan
Langkah cepat ini diambil untuk merespons dinamika internal yang tengah berkembang di PWI Kabupaten Wajo. Wilayah tersebut kini ditempatkan dalam daftar prioritas utama pembenahan oleh PWI Sulsel.
Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, H. Mappiar, menjelaskan bahwa terdapat beberapa daerah yang masuk dalam pengawasan khusus, di antaranya Kabupaten Soppeng, Bone, dan Wajo.
Guna memastikan roda organisasi tetap berjalan, PWI Sulsel akan segera menunjuk Pelaksana Harian (Plh) untuk PWI Kabupaten Wajo. Penunjukan Plh ini menjadi langkah krusial dalam menyempurnakan struktur kepengurusan baru sekaligus menjaga marwah dan keberlanjutan program kerja organisasi di daerah tersebut.
Baca juga: Sambut Era Digital, PWI Sulsel dan TVRI Perkuat Kualitas Jurnalistik Sulawesi Selatan
Selain penunjukan Plh, PWI Sulsel juga menyiapkan agenda evaluasi mendalam serta pembinaan intensif agar kepengurusan definitif di Wajo dapat segera terbentuk.
Mappiar pun mengimbau seluruh anggota dan konstituen di daerah untuk tetap menjaga soliditas serta menjunjung tinggi profesionalisme jurnalistik. Ia mengingatkan agar perpecahan internal tidak sampai mencederai nama baik PWI sebagai rumah besar insan pers maupun merusak citra wartawan di mata publik. (*)

