MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar, Rezeki Nur, S.Kep., Ns., M.Kep, bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan X, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Imawan Makassar, Jalan Pengayoman No. 36, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, tersebut menjadi wadah bagi pemerintah dan masyarakat untuk berdialog sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap berbagai program pembangunan daerah.
Pembahasan dalam kegiatan tersebut antara lain mencakup pengendalian penduduk, program keluarga berencana, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, serta upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kota Makassar.
Kehadiran legislator bersama DPPKB Makassar juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintahan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal.
Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut disampaikan Drs. Andi Irwan Bangsawan, M.Si., dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah stunting.
“Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan bersama, karena persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat dan keluarga,” ujar Andi Irwan Bangsawan saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, gerakan orang tua asuh dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial untuk membantu keluarga yang memiliki risiko stunting. Pendampingan tersebut penting untuk memastikan anak mendapatkan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
“Melalui GENTING, semangat gotong royong dapat diarahkan untuk memberikan perhatian kepada keluarga dan anak yang membutuhkan pendampingan agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Penanganan Stunting Harus Menyeluruh
Materi lainnya disampaikan Fardi, S.Kep., M.Kes., yang membahas pentingnya penanganan stunting secara komprehensif.
Menurut Fardi, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Aspek pola asuh, kesehatan, stimulasi tumbuh kembang, hingga kondisi lingkungan juga harus mendapat perhatian.
“Penanganan stunting pada anak lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menyangkut pola asuh, kesehatan, stimulasi tumbuh kembang, serta lingkungan yang mendukung,” kata Fardi.
Ia menilai masa golden age merupakan periode penting yang harus dimanfaatkan untuk memberikan pengasuhan dan stimulasi secara tepat.
“Masa golden age harus dimanfaatkan dengan memberikan pengasuhan dan stimulasi yang tepat, sehingga anak memiliki fondasi kesehatan dan kecerdasan yang baik untuk tumbuh menjadi generasi berkualitas,” tuturnya.
Kegiatan tersebut dipandu moderator Andi Zul Saktriady Kaharuddin dan berlangsung secara interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Salah satu peserta mempertanyakan strategi untuk memastikan program pencegahan stunting dapat menjangkau keluarga yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi maupun pelayanan kesehatan.
Peserta lainnya menanyakan bentuk keterlibatan masyarakat yang dapat dilakukan secara langsung dalam mendukung gerakan pencegahan stunting, khususnya dalam memberikan pendampingan kepada keluarga dan anak selama masa pertumbuhan.
Melalui kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah TA 2026 Angkatan X tersebut, pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah daerah diharapkan semakin meningkat.
Sinergi antara DPRD Kota Makassar, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat pembangunan keluarga sekaligus mempercepat upaya pencegahan stunting.
Anggota DPRD Makassar berharap, upaya tersebut dapat mendukung terwujudnya generasi Makassar yang sehat, cerdas, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (Adv)



