Produksi Beras Sulsel Tembus 2,6 Juta Ton Hingga September 2026, Sukses Redam Dampak El Nino

MENITNEWS.CO.ID, ​MAKASSAR — Produksi beras di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menunjukkan tren positif di tengah ancaman fenomena iklim El Nino yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel, total produksi beras periode Januari hingga September 2026 telah mencatatkan angka sekitar 2,6 juta ton.

​Plt Kepala Dinas TPH-Bun Sulsel, Bustanul Arifin, mengungkapkan bahwa capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 52.288 ton, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

​”Data beras kita dari Januari sampai September 2026 ini berada di posisi 2,6 juta ton. Dibandingkan tahun lalu pada periode Januari–September 2025 yang sebesar 2,5 juta ton, ada kenaikan tahun ini sebesar 52.288 ton,” ujar Bustanul, Senin (7/9/2026).

​Menurutnya, peningkatan produksi ini menjadi indikator kuat bahwa ancaman kekeringan akibat El Nino sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di Sulsel. Kondisi ini jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya ketika sektor pertanian sempat menghadapi tekanan berat akibat anomali cuaca dan krisis ketersediaan air.

​”Ini menjadi hal yang positif di tahun ini dibandingkan tahun lalu. Sedikit banyak kita bisa berasumsi bahwa El Nino tidak terlalu berdampak besar karena hasil produksi kita naik dari 2025 ke 2026,” tambahnya.

​Mitigasi Dini dan Strategi Pengairan

​Bustanul menjelaskan, keberhasilan menjaga pertumbuhan produksi beras di tengah ancaman El Nino tidak terlepas dari langkah mitigasi yang disiapkan oleh pemerintah sejak jauh hari. Pihaknya mengaku telah mengantongi data dan informasi potensi El Nino 2026 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak tahun 2025.

​Informasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai skenario kebijakan untuk menjaga ketersediaan pasokan air bagi lahan-lahan pertanian warga.

​”Kenapa di Sulsel ini kita bisa mengalami kenaikan? Karena kita sudah memitigasi lebih awal. Informasi adanya El Nino di 2026 sudah kita ketahui dan dirilis BMKG pada tahun 2025,” jelas Bustanul.

​Sebagai bentuk antisipasi nyata di lapangan, Pemerintah Provinsi Sulsel telah menyalurkan berbagai bantuan infrastruktur pendukung pengairan, seperti bantuan sumur bor dan pompa air, guna membantu petani mempertahankan pasokan air ke lahan pertanian.

​Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembenahan infrastruktur irigasi melalui program Multi Years Project (MYP). Perbaikan jaringan irigasi ini dinilai sangat krusial untuk memastikan suplai air tetap terjaga secara berkelanjutan, terutama saat curah hujan mulai menurun.

​”Dari Pemprov juga ada bantuan multi-years project terkait irigasi pertanian yang terus dikebut perbaikannya,” kata dia.

​Optimis Capai Target 3,3 Juta Ton

​Dengan capaian yang telah menyentuh angka 2,6 juta ton hingga awal September ini, Pemprov Sulsel optimis target produksi beras secara keseluruhan sebesar 3,3 juta ton sepanjang tahun 2026 dapat direalisasikan hingga akhir tahun nanti.

​Kombinasi antara mitigasi kekeringan yang terencana, dukungan sarana pengairan yang masif, serta pembenahan jaringan irigasi diyakini mampu terus menjaga produktivitas sawah di Sulawesi Selatan agar tetap stabil.

​”Sehingga El Nino ini tidak terlalu berdampak di Provinsi Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan