MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar mendapat perhatian DPRD Makassar.
Pemerintah didorong segera mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan solar sekaligus mempercepat optimalisasi program biodiesel B50 sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap solar konvensional.
Anggota DPRD Makassar, Tri Sulkarnain, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku biodiesel melalui komoditas dalam negeri.
Menurut dia, potensi tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal agar program B50 dapat berkontribusi dalam mengatasi persoalan kelangkaan solar yang terjadi di masyarakat.
“Kalau bisa memaksimalkan B50 dengan hasil-hasil bumi yang ada di Indonesia yang digunakan untuk membuat B50, saya pikir sangat bisa untuk mengatasi kelangkaan solar,” kata Tri, Senin (7/9/2026).
Tri menjelaskan, B50 merupakan bahan bakar biodiesel dengan komposisi campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50 persen solar konvensional.
Ia menilai pemanfaatan biodiesel berbasis bahan baku dalam negeri dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain persoalan pasokan BBM, Tri menyoroti dampak antrean kendaraan di SPBU terhadap kelancaran lalu lintas di Kota Makassar.
Antrean kendaraan yang mengular hingga ke bahu jalan dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama di ruas jalan yang memiliki tingkat kepadatan kendaraan cukup tinggi.
Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya memastikan pasokan solar tetap tersedia, tetapi juga mempercepat penguatan produksi dan distribusi biodiesel B50.
Tri berharap program pemerintah yang telah dicanangkan tersebut dapat segera dioptimalkan sehingga mampu memberikan solusi terhadap persoalan ketersediaan solar sekaligus mengurangi dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
“Program-program pemerintah seperti B50 yang dicanangkan tersebut bisa segera dimaksimalkan,” ujarnya.
Dorongan tersebut dinilai penting seiring kebutuhan energi masyarakat dan sektor transportasi yang terus meningkat. Optimalisasi B50 diharapkan tidak hanya menjadi alternatif untuk menghadapi persoalan pasokan solar, tetapi juga mendorong pemanfaatan komoditas dalam negeri sebagai sumber energi.
Dengan langkah tersebut, persoalan kelangkaan solar diharapkan dapat ditangani secara lebih berkelanjutan, sekaligus mencegah antrean panjang kendaraan di SPBU yang berpotensi mengganggu aktivitas dan mobilitas warga Makassar. (Adv)



