OJK Tegaskan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Tetap Kokoh per Agustus 2026

OJK pastikan sektor jasa keuangan Agustus 2026 tetap stabil di tengah gejolak global. Kredit perbankan melesat 13,58% ditopang investasi dan korporasi.

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan domestik berada dalam kondisi kokoh pada Agustus 2026. Ketahanan ini terjaga di tengah dinamika gejolak geopolitik di Timur Tengah serta moderasi pertumbuhan ekonomi di tingkat global.

Kinerja positif tersebut disokong oleh pergerakan fungsi intermediasi yang agresif, didampingi derasnya arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan dalam negeri.

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang dipublikasikan pada Senin (7/9/2026), penyaluran kredit perbankan hingga Juli 2026 naik 13,58% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga menyentuh angka Rp9.135 triliun. Lonjakan ekspansi kredit ini digerakkan oleh segmen kredit investasi yang tumbuh 25,13% (yoy), diikuti pembiayaan korporasi yang melaju 22,10% (yoy).

Di saat yang sama, kualitas aset industri perbankan nasional terjaga pada level aman. Hal itu terlihat dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross yang bertahan di angka 2,10%, serta rasio Loan at Risk (LaR) yang merosot ke posisi 8,39%.

Daya tarik pasar modal Indonesia bagi pemodal luar negeri juga belum pudar, sekalipun imbal hasil obligasi pemerintah di sejumlah negara maju berada dalam tren kenaikan. Selama Agustus 2026, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp1,19 triliun di pasar saham dan sebesar Rp15,35 triliun pada pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Tingginya kepercayan investor ini turut memacu efektivitas penghimpunan dana oleh korporasi yang menyentuh angka Rp128,80 triliun. Nilai tersebut lahir dari deretan aksi korporasi, termasuk tujuh Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) dan 111 Penawaran Umum Berkelanjutan.

Perkembangan signifikan juga terlihat pada industri pembiayaan berbasis teknologi. Baki debet (outstanding) Pinjaman Daring (Pinjol) mencatatkan kenaikan pesat 24,76% (yoy) hingga menembus Rp105,63 triliun. Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) atau risiko kredit macet sektor ini berada pada level terkendali sebesar 4,32%.

Pertumbuhan signifikan turut diperlihatkan oleh fasilitas Buy Now Pay Later (BNPL) yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan (multifinance). Penyaluran BNPL meroket 54,65% (yoy) dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp13,62 triliun.

OJK menilai resiliensi sektor keuangan ini berjalan seiring dengan fundamental ekonomi makro Indonesia yang tetap solid. Hal itu dicerminkan oleh pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29% (yoy) berkat dorongan belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan