Pemanas dan AC Jadi Penyebab Utama Tagihan Listrik Rumah Membengkak

Ilustrasi Perangkat Elektronik Rumah (Foto: ilaya bharathy/Pinterest)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Penggunaan berbagai perangkat elektronik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari untuk mempermudah pekerjaan serta meningkatkan kenyamanan di rumah. Kendati demikian, penggunaan alat-alat tersebut kerap mendatangkan persoalan baru berupa pembengkakan tagihan listrik bulanan.

Guna mencegah lonjakan biaya energi, penghuni rumah perlu mengidentifikasi perangkat apa saja yang mengonsumsi daya dalam jumlah besar. Mengutip data dari Perch Energy, peralatan elektronik yang berfungsi menghasilkan suhu panas dan dingin menduduki posisi puncak sebagai penyedot listrik terbesar di hunian.

Peralatan pemanas dan pendingin ruangan, seperti Air Conditioner (AC), berkontribusi paling dominan terhadap konsumsi energi. Kombinasi kedua jenis perangkat ini dapat menyumbang sekitar 45 hingga 50 persen dari total penggunaan listrik bulanan di rumah. Jika dibandingkan secara tahunan, alat pemanas ruangan mengonsumsi daya lebih tinggi, yakni mencapai 25 persen dari total penggunaan listrik saban tahun.

Di posisi berikutnya, perangkat pemanas air atau water heater menyedot daya sekitar 12 persen dari total konsumsi listrik rumah tangga. Sementara itu, fasilitas penerangan atau lampu menduduki peringkat selanjutnya. Kendati berukuran kecil, keberadaan lampu dalam jumlah banyak serta durasi pemakaian yang intensif membuat perangkat ini menghabiskan daya sekitar 9 hingga 12 persen per bulan.

Perangkat dapur dan perawatan rumah juga memberikan andil yang cukup signifikan terhadap tingginya tagihan listrik. Kulkas yang harus beroperasi secara nonstop selama 24 jam mengonsumsi daya sekitar 8 persen dari total penggunaan bulanan. Untuk urusan mencuci, kombinasi mesin cuci dan pengering pakaian rata-rata menyedot hingga 5 persen dari penggunaan listrik tahunan, bergantung pada frekuensi pemakaian.

Beberapa peralatan lain turut menambah beban daya meski dalam persentase yang lebih kecil. Oven listrik yang membutuhkan energi tinggi untuk elemen pemanasnya mengonsumsi sekitar 3 persen daya bulanan. Selanjutnya, mesin pencuci piring (dishwasher) mengambil porsi sekitar 2 persen dari total konsumsi listrik bulanan.

Televisi (TV) beserta perangkat pendukungnya juga menjadi kontributor konsumsi daya yang patut diwaspadai. Penggunaan dekoder atau alat pengonversi sinyal analog ke digital yang tetap menyala meski layar TV dimatikan membuat kombinasi perangkat ini menyedot daya hingga 2 persen dari penggunaan listrik bulanan.

Langkah efisiensi dapat dilakukan dengan mematikan alat elektronik yang sedang tidak digunakan untuk menekan beban biaya listrik. Selain itu, beralih ke perangkat yang dibekali fitur hemat energi serta mengaktifkan mode ekonomis saat pemakaian dapat menjadi solusi efektif agar tagihan listrik tetap terkontrol. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan