Warga Labuan Bajo Panik Keluar Rumah Usai Gempa M 4,9 Guncang Flores

Ilustrasi gempa. (Sumber: Detikcom/Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)

MENITNEWS.CO.ID, LABUAN BAJO — Masyarakat di wilayah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dibuat panik oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 pada Senin (14/9/2026) pagi. Getaran yang terasa cukup kuat sekitar pukul 06.40 Wita tersebut membuat sejumlah warga berhamburan menyelamatkan diri ke luar ruangan.

Guncangan gempa dilaporkan tidak hanya dirasakan oleh warga di Labuan Bajo, tetapi juga meluas hingga ke wilayah Kabupaten Manggarai.

Salah seorang warga Labuan Bajo, Vena, mengaku terkejut ketika merasakan getaran gempa yang mendadak saat baru bangun tidur. Ia dan keluarganya langsung bergegas keluar rumah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pagi dibangunkan gempa. Lumayan besar getarannya. Kami langsung lari keluar rumah,” ujar Vena.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik ini berpusat di laut pada kedalaman 10 kilometer. Lokasi episenter gempa berada pada koordinat 8,13° LS dan 120,30° BT, atau berjarak sekitar 56 kilometer di arah barat laut Ruteng, Manggarai, NTT.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, memastikan bahwa peristiwa gempa bumi ini tidak memicu terjadinya gelombang tinggi di pesisir.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Arief.

Ia menerangkan, melihat dari titik lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong ke dalam jenis gempa bumi dangkal. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas sesar naik belakang busur Flores (Flores Back-Arc Thrust). Hasil analisis pada mekanisme sumber juga memperlihatkan bahwa pergerakan batuan terjadi secara naik (thrust).

Peristiwa ini diketahui masih menjadi bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang sempat mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus lalu.

Pihak BMKG mencatat frekuensi kegempaan di wilayah tersebut masih sangat tinggi. Hingga Senin pagi pukul 06.00 Wita, data pemantauan BMKG mencatat sudah terjadi sebanyak 15.478 kali aktivitas gempa susulan (aftershock), dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan