Kedatuan Luwu Sambut PT Masmindo Dwi Area Sebagai Bagian Keluarga Kerajaan

MENITNEWS.CO.ID, ​PALOPO — PT Masmindo Dwi Area (MDA), secara resmi diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kedatuan Luwu melalui seremoni adat Mangngolo Ri Arajang di Langkanae, Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Jumat (18/9/2026).

Momentum ini menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya prosesi penerimaan perusahaan dilaksanakan langsung di Istana Kedatuan Luwu.

​Rombongan manajemen MDA dipimpin oleh Direktur Utama, Trisakti Simorangkir, bersama Direktur Human Capital dan Corporate Service, Muhammad Suhada.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh YM Datu Luwu, H. Andi Maradang Mackulau, S.H., Opu To Bau, didampingi YM Cenning Luwu, Hj. Andi Sitti Husaima Opu Daeng Ripajung, serta jajaran Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu.

​Dalam rangkaian ritual adat tersebut, YM Datu Luwu menyematkan Pin Kedatuan dan menyerahkan keris kepada Direktur Utama MDA Trisakti Simorangkir sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan istimewa.

Sementara itu, Direktur Human Capital dan Corporate Service Muhammad Suhada menerima Pin Kedatuan yang disematkan oleh perwakilan Dewan Adat Kedatuan Luwu.

​Melalui Maddika Ponrang, YM Datu Luwu menyampaikan dukungan penuh terhadap operasional MDA dan berharap kehadiran perusahaan tambang emas tersebut dapat memberikan kemaslahatan serta manfaat nyata bagi masyarakat Luwu.

YM Datu Luwu juga mengungkapkan keinginannya untuk hadir langsung di lokasi Proyek Awak Mas pada momentum First Gold mendatang.

​Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan dan penerimaan dari Kedatuan Luwu.

​Manajemen Masmindo Dwi Area merasa terhormat atas penerimaan YM Datu Luwu dan seluruh Dewan Adat Kedatuan Luwu. Mangngolo Ri Arajang membawa pesan bahwa, setiap langkah besar hendaknya dimulai dengan niat baik dan penghormatan.

“Bagi Masmindo, kepercayaan ini harus kami jaga dengan menjalankan kegiatan perusahaan selaras dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” ujar Trisakti.

​Penerimaan adat ini menjadi pijakan moral penting bagi MDA untuk menjaga komitmen keberlanjutan dan penghormatan terhadap kearifan lokal seiring dengan perjalanan Proyek Awak Mas yang kini memasuki tahapan menuju fase operasi. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan