MENITNEWS.CO.ID, PALOPO — Wakil Wali Kota (Wawali) Palopo, Dr. Akhmad Syarifuddin Daud atau Ome, mendorong mahasiswa Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo untuk tidak hanya menguasai kemampuan akademik dan organisasi, tetapi juga membangun karakter sebagai calon pemimpin masa depan.
Hal tersebut disampaikan Ome saat menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa yang digelar Himpunan Mahasiswa Manajemen dan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andi Djemma, pada Jumat, 25 September 2026.
Ome mengatakan, kegiatan latihan kepemimpinan harus menjadi ruang pembelajaran terpadu bagi mahasiswa. Tidak sekadar mengasah kemampuan teknis dalam berorganisasi, kegiatan tersebut juga dinilai penting untuk membentuk karakter kepemimpinan, kecakapan manajerial, serta kematangan sosial.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kemahasiswaan di Universitas Andi Djemma, terutama dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan perubahan global.
Ia menilai, kondisi tersebut membutuhkan generasi pemimpin muda yang adaptif, memiliki integritas, serta mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Perguruan tinggi harus membentuk pribadi yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kecakapan manajerial, integritas moral, serta kematangan sosial. Dalam konteks inilah Latihan Keterampilan Manajemen menjadi sangat strategis sebagai sarana pembinaan karakter dan kompetensi mahasiswa,” ujar Ome.
Wakil Wali Kota Palopo itu menegaskan, latihan kepemimpinan tidak semestinya dimaknai sebatas pelatihan teknis organisasi.
Lebih dari itu, kata Ome, kegiatan tersebut harus mampu menumbuhkan karakter mahasiswa sebagai modal penting untuk menjadi pemimpin di masa mendatang.
“Latihan Kepemimpinan ini merupakan proses pembelajaran yang menanamkan cara berpikir sistematis, kemampuan merencanakan program, pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, pengelolaan konflik, serta penguatan kerja sama tim. Keterampilan ini merupakan fondasi penting bagi calon pemimpin masa depan,” urainya.
Ome berharap mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menerapkan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan organisasi maupun lingkungan sosial.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membangun komunikasi yang baik, serta memiliki keberanian mengambil keputusan dengan tetap mengedepankan tanggung jawab dan integritas.
Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga generasi muda yang siap mengambil peran dalam pembangunan daerah dan masyarakat. (*)



