Fatmawati Rusdi Tekankan Pencegahan Stunting dan Edukasi Lingkungan di Sekolah Toraja Utara

MENITNEWS.CO.ID, TORAJA UTARA — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel) Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak hulu melalui penguatan kesehatan remaja putri, pemenuhan gizi anak, serta edukasi lingkungan di sekolah.

Hal tersebut disampaikan Fatmawati saat meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Rantepao dan menyaksikan pemberian tablet tambah darah kepada siswi SMP Negeri 1 Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Jumat (25/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan intervensi kesehatan sejak usia sekolah, khususnya dalam pemenuhan gizi anak dan peningkatan kesehatan remaja putri sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.

Di SD Negeri 2 Rantepao, Fatmawati meninjau pelaksanaan MBG sekaligus menyerahkan bantuan susu kepada para siswa. Ia juga menyerahkan tempat sampah sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dini.

Menurut Fatmawati, sekolah tidak hanya berperan dalam memberikan pendidikan akademik, tetapi juga menjadi tempat penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kalau dimulai dari lingkungan sekolah, anak-anak kita sejak dini tahu untuk memilah sampah. Ketika kembali ke rumah, mereka juga bisa menerapkannya di lingkungan masing-masing,” kata Fatmawati.

Ia menilai edukasi mengenai pemilahan sampah harus dilakukan secara konsisten dengan dukungan fasilitas yang memadai. Dengan demikian, sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan Sekolah Adiwiyata.

Fatmawati juga menyoroti potensi ekonomi dari sampah apabila dikelola dengan baik. Menurutnya, pengelolaan sampah di sekolah bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi dapat menjadi sarana mengenalkan konsep ekonomi sirkular dan keberlanjutan kepada generasi muda.

“Bukan hanya lingkungan bersih, tetapi tentunya lingkungan yang sehat dan masa depan anak cucu kita tetap berkelanjutan. Itu harapan kita,” ujarnya.

Tekankan Pencegahan Stunting dari Hulu

Dari SD Negeri 2 Rantepao, Fatmawati melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 1 Rantepao. Di sekolah tersebut, ia menyaksikan pemberian tablet tambah darah kepada siswi.

Fatmawati yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak hulu, termasuk memastikan kesehatan remaja putri yang kelak menjadi calon ibu.

“Kalau penanganan stunting per hari ini banyak tindakan yang kita lakukan hanya berfokus pada kuratifnya saja, tapi kita lupa preventifnya. Sementara kalau kita urut dari hulu ke hilir, itu hal krusial dan satu mata rantai yang tidak boleh putus,” jelasnya.

Ia meminta pelaksanaan pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi disertai pengawasan dan pendampingan agar tablet benar-benar dikonsumsi sesuai prosedur.

“Bagaimana memastikan bahwa pil penambah darah ini masuk benar-benar ke mulut anak kita dan ditelan dengan baik-baik dan bisa berfungsi dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Karena ini sudah menjadi program nasional, jadi kita tinggal mengawal,” katanya.

Menurut Fatmawati, kesehatan remaja putri merupakan bagian dari mata rantai panjang pencegahan stunting yang harus dijaga secara berkelanjutan. Intervensi tersebut dimulai sejak masa remaja, calon pengantin, kehamilan, hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan.

“Mulai dari calon ibu, calon orang tua, khususnya anak-anak gadis kita, kita harus bekali. Kita harus memastikan bahwa dia sehat lahir dan batin,” ujarnya.

Ingatkan Penggunaan Gawai dan Perlindungan Anak

Selain persoalan kesehatan dan lingkungan, Fatmawati mengingatkan guru dan orang tua untuk memperhatikan tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi, tetapi penggunaan gawai tetap membutuhkan pendampingan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi anak.

Ia mendorong orang tua dan guru menerapkan pengaturan waktu penggunaan gawai atau screen time secara proporsional.

“Era digitalisasi ini ibarat dua sisi mata uang. Kalau kita mempergunakan secara bijak, tentu dengan mudah kita akan mengakses segala macam informasi yang up-to-date dan memberikan kemudahan. Tapi di sisi lain, ini juga bisa berdampak negatif kalau kita tidak bijak,” katanya.

Fatmawati juga mengingatkan pentingnya perlindungan anak di lingkungan sekolah, termasuk memastikan mekanisme penjemputan siswa berlangsung secara aman.

Ia menilai keamanan dan perlindungan anak harus menjadi perhatian bersama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toraja Utara Irmawati Patandung menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wagub Sulsel tersebut.

Menurutnya, kehadiran Fatmawati menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Toraja Utara untuk terus mendukung program pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan sektor kesehatan dan pendidikan.

Kunjungan Fatmawati di dua sekolah tersebut sekaligus menyoroti sejumlah aspek yang berkaitan langsung dengan kualitas tumbuh kembang anak, mulai dari pemenuhan gizi, kesehatan remaja putri, pencegahan stunting, pengelolaan sampah, penggunaan teknologi, hingga perlindungan anak.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mendorong agar edukasi serta pendampingan di satuan pendidikan terus diperkuat sehingga sekolah dapat menjadi ruang yang mendukung kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan bagi peserta didik. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan