MENITNEWS.CO.ID, LONDON — Penyerang tim nasional Inggris dan Bayern Munchen, Harry Kane, resmi dinobatkan sebagai peraih penghargaan Ballon d’Or 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam malam penganugerahan yang berlangsung di London Palladium Theatre, Inggris, pada Senin malam waktu setempat atau Selasa (27/10/2026) dini hari WIB.
Keberhasilan ini menandai pencapaian tertinggi dalam karier profesional penyerang berusia 33 tahun tersebut.
Dalam persaingan ketat kategori putra, Kane berhasil menyisihkan sejumlah bintang elite dunia.
Namanya unggul di atas deretan pemain top seperti Lamine Yamal dan Kylian Mbappe yang turut masuk dalam bursa kandidat utama.
Mengulang Sejarah Michael Owen
Bagi Kane, pencapaian ini memiliki arti emosional dan historis yang mendalam.
Sebelumnya, penyerang andalan Bayern Munchen itu bahkan belum pernah menembus jajaran tiga besar peraih Ballon d’Or.
Namanya kerap menghiasi daftar nominasi atau berada di kisaran 30 kandidat terbaik tanpa pernah keluar sebagai pemenang utama.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang sepak bola Inggris dalam ajang penghargaan individu paling bergengsi tersebut.
Kane kini resmi mengikuti jejak Michael Owen, pemain Inggris terakhir yang merengkuh Ballon d’Or pada tahun 2001 silam.
Panen Gelar Musim Ini
Sebelum mengangkat trofi Ballon d’Or 2026, Kane lebih dulu mengamankan Gerd Muller Trophy 2026.
Penghargaan tersebut diberikan berkat ketajamannya di lini serang sepanjang musim 2025/2026.
Berdasarkan catatan performa, Kane membukukan total 73 gol saat memperkuat Bayern Munchen maupun Timnas Inggris.
Produktivitas gol yang luar biasa tersebut menjadi fondasi kuat yang mendongkrak posisinya di kancah sepak bola internasional.
Dominasi di Kategori Putri
Sementara itu, persaingan di kategori putri juga melahirkan cerita sukses dari bintang sepak bola Spanyol.
Alexia Putellas kembali mencatatkan namanya sebagai pemenang Ballon d’Or 2026.
Keberhasilan ini menambah koleksi trofi serupa yang sebelumnya pernah diraih Putellas pada edisi 2021 dan 2022.
Malam penganugerahan di London tersebut akhirnya menegaskan dominasi para pencetak rekor baik di sektor putra maupun putri. (*)



