MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Perjalanan menuju salah satu perhelatan musik terbesar di Tanah Air, Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026, terus bergerak maju.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud) RI bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, menggelar rapat kerja strategis guna mematangkan kesiapan Kota Makassar yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah ajang bergengsi tersebut, Kamis (9/7/2026).
Pertemuan ini berfokus pada pemaparan capaian Tim Kerja Pemajuan Ekosistem Musik Indonesia, pembahasan program kerja, kolaborasi lintas sektor, hingga inisiatif strategis.
KMI 2026 yang dijadwalkan berlangsung dari 27 Oktober hingga 2 November 2026 mendatang di Hotel Claro Makassar ini, dirancang agar menjadi wadah yang lebih relevan, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh pelaku industri musik.
Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, mengapresiasi jalannya koordinasi yang dinilai sangat taktis. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini krusial sebagai tindak lanjut konkret demi kemajuan industri.
”Wih, rapat yang sangat efisien, sejalan, sat-set, dan jelas. Terima kasih Pak Wali Kota sudah hadir di Kementerian Kebudayaan untuk follow-up menuju Konferensi Musik Indonesia di Kota Makassar,” ujar Giring Ganesha seusai memimpin pertemuan.

Giring menambahkan, kolaborasi erat Konferensi Musik Indonesia ini, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan Bangsa.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperluas ruang kolaborasi agar ekosistem musik nasional dapat berkembang, mulai dari tingkat daerah hingga menembus panggung internasional.
Di kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik kepercayaan besar yang diberikan kepada kotanya. Menurutnya, KMI 2026 bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting untuk meningkatkan kapasitas para pelaku industri kreatif lokal.
”Kami berterima kasih karena Makassar dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia 2026. Dari sini, harus ada tindak lanjut yang bisa kita lakukan. Kegiatan ini tidak boleh hanya menjadi sebuah selebrasi, tetapi harus memberikan hasil dari proses pemberdayaan maupun upgrading dari seluruh ekosistem musik yang ada,” tegas Munafri Arifuddin.
Langkah bersama ini diharapkan mampu menyatukan peran pemerintah, pelaku industri, komunitas, akademisi, hingga para musisi itu sendiri.
Dengan mengusung semangat “Gerak Seirama”, Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Kota Makassar, diproyeksikan menjadi katalisator penting bagi kebangkitan dan penguatan ekosistem musik di seluruh penjuru Indonesia. (*)

