Bapenda Makassar Integrasikan Pamungkas Dengan Lontara Plus, Layanan Pajak PBB Kini Makin Mudah

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan perpajakan daerah.

Melalui inovasi Pamungkas (Pajak Mulia Membangun Kota Makassar), masyarakat kini semakin dimudahkan mengakses berbagai layanan perpajakan yang mulai terintegrasi dengan aplikasi Lontara Plus.

Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, mengatakan inovasi Pamungkas merupakan proyek perubahan yang dikembangkan dalam rangka mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar. Program tersebut dirancang untuk menghadirkan layanan perpajakan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan efisien bagi masyarakat.

Menurutnya, tahap awal pengembangan difokuskan pada layanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), namun ke depan sistem ini akan terus diperluas hingga mencakup seluruh jenis pajak daerah.

“Pamungkas memberikan kemudahan kepada masyarakat, khususnya pada layanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ke depan, tidak menutup kemungkinan layanan ini akan berkembang untuk seluruh jenis pajak daerah,” ujar Andi Asminullah, Senin (13/7/2026).

Melalui sistem digital tersebut, wajib pajak kini dapat mencetak Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB secara mandiri, melakukan pendaftaran objek pajak baru, mengajukan perubahan data objek pajak, hingga mengakses berbagai layanan perpajakan melalui website maupun aplikasi seluler.

Salah satu pembaruan yang menjadi keunggulan Pamungkas adalah kemampuan masyarakat mencetak SPPT PBB secara daring sekaligus memperoleh bukti pembayaran digital yang memiliki kekuatan administrasi sama dengan bukti pembayaran manual.

Kebijakan tersebut telah diperkuat melalui Surat Edaran Wali Kota Makassar sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kendala ketika menggunakan bukti pembayaran elektronik sebagai dokumen resmi.

Kepala Bapenda Makassar, Andi Asminullah menjelaskan, seluruh layanan perpajakan secara bertahap akan dipusatkan dalam aplikasi Lontara Plus. Dengan demikian masyarakat tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi berbeda untuk mengakses layanan Pemerintah Kota Makassar.

“Seluruh layanan tersebut kini mulai terintegrasi dengan Lontara Plus. Kami tidak membuat aplikasi baru, tetapi mengintegrasikan layanan Bapenda Makassar ke dalam satu platform sehingga ke depan masyarakat cukup menggunakan Lontara Plus untuk mengakses seluruh layanan perpajakan,” jelasnya.

Saat ini, sejumlah fitur utama telah dapat dimanfaatkan masyarakat, di antaranya pencetakan SPPT PBB, pembayaran pajak, hingga pencetakan bukti pembayaran. Sementara fitur-fitur lainnya masih terus disempurnakan sebelum seluruh layanan sepenuhnya berpindah ke Lontara Plus.

Selama masa transisi, aplikasi lama Bapenda masih tetap digunakan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Selain penguatan layanan digital, Bapenda Makassar juga memastikan sistem pembayaran pajak telah sepenuhnya menerapkan transaksi non-tunai.

Seluruh pembayaran dilakukan melalui perbankan sehingga tidak ada lagi penerimaan uang tunai oleh petugas Bapenda.

“Kami sudah menerapkan digitalisasi pembayaran. Tidak ada lagi penerimaan uang tunai di Bapenda. Kalaupun masyarakat datang ke loket, pembayaran tetap langsung disetorkan ke bank. Ke depan kami berharap masyarakat semakin memanfaatkan aplikasi, website, maupun transfer bank sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien,” katanya.

Untuk semakin memudahkan masyarakat, Bapenda juga memperluas kanal pembayaran pajak melalui berbagai mitra, mulai dari perbankan, Indomaret, Alfamart, Kantor Pos, hingga berbagai kanal pembayaran digital yang telah terhubung dengan sistem Bapenda Kota Makassar.

Menurut Andi Asminullah, kemudahan akses pembayaran menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat sebagai wajib pajak sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kemudahan layanan menjadi kunci. Ketika masyarakat semakin mudah membayar pajak, maka penerimaan daerah juga akan meningkat. Inilah yang terus kami dorong melalui transformasi digital di Bapenda Kota Makassar,” pungkasnya. (*)

Banner Sponsor

Iklan