Makassar Jadi Tuan Rumah Local Fest 2026, Target 15 Ribu Pengunjung Siap Dongkrak Ekonomi Kreatif

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kota Makassar kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang berskala nasional. Kali ini, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan Local Fest 2026, festival kreatif besutan USS Networks yang untuk pertama kalinya hadir di kawasan Indonesia Timur.

Festival yang dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober 2026 ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda hiburan dan ekonomi kreatif terbesar di Makassar tahun ini. Penyelenggara menargetkan sekitar 15.000 pengunjung memadati festival selama satu hari pelaksanaan.

Founder USS Networks, Sayed Muhammad, mengatakan persiapan penyelenggaraan Local Fest Makassar saat ini telah memasuki tahap finalisasi. Berbagai aspek teknis, termasuk penentuan lokasi pelaksanaan, tengah dimatangkan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal.

Hal tersebut disampaikannya usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar, Selasa (14/7/2026).

“Local Fest rencananya digelar pada awal Oktober. Saat ini kami masih dalam tahap finalisasi dan berharap seluruh persiapan dapat berjalan lancar sehingga acara bisa terlaksana sesuai rencana,” ujar Sayed.

Menurutnya, Makassar dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki ekosistem industri kreatif yang terus berkembang. Selain didukung komunitas kreatif yang aktif, kota ini juga memiliki pasar yang dinamis terhadap penyelenggaraan festival musik, fashion, seni, dan gaya hidup.

Ia menjelaskan, konsep Local Fest Makassar akan mengadopsi standar penyelenggaraan yang selama ini diterapkan di berbagai kota di Indonesia. Festival tersebut akan menghadirkan panggung musik sebagai daya tarik utama yang dipadukan dengan pameran fashion, karya seni, produk kreatif, serta berbagai aktivitas interaktif.

“Kami memiliki standar penyelenggaraan yang sudah diterapkan di beberapa kota. Di dalamnya akan ada festival musik, kegiatan kreatif, fashion, dan seni. Yang paling penting, kami akan banyak berkolaborasi dengan kreator lokal, mulai dari brand, seniman, hingga musisi asal Makassar,” jelasnya.

Sayed menegaskan bahwa kolaborasi dengan pelaku kreatif lokal merupakan identitas utama Local Fest. Karena itu, setiap kota penyelenggara selalu menampilkan karakter dan kekhasan daerah masing-masing.

“Sesuai namanya, kami ingin menjunjung tinggi karakter dan nilai-nilai dari setiap kota yang kami kunjungi,” katanya.

Selain melibatkan kreator lokal, Local Fest Makassar juga dipastikan menghadirkan sekitar delapan musisi nasional. Namun, daftar pengisi acara masih dirahasiakan karena proses kontrak dengan para artis belum rampung.

“Kemungkinan sekitar satu bulan lagi kami akan mengumumkan secara resmi siapa saja musisi yang akan tampil,” ungkapnya.

Sayed optimistis target 15.000 pengunjung Local Fest 2026 dapat tercapai, mengingat tingginya antusiasme masyarakat Makassar terhadap festival musik dan kegiatan ekonomi kreatif.

“Melihat antusiasme masyarakat Makassar yang luar biasa, kami optimistis Local Fest 2026 dapat menarik sekitar 15 ribu pengunjung dalam satu hari penyelenggaraan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar hiburan, penyelenggaraan Local Fest diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran ribuan pengunjung diyakini mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga meningkatkan penjualan produk UMKM dan brand lokal.

Festival ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif Makassar untuk memperluas jejaring, memperkenalkan karya kepada pasar nasional, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan kreator dari berbagai daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, menyatakan Pemerintah Kota Makassar memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Local Fest 2026.

Menurutnya, kepercayaan USS Networks memilih Makassar sebagai kota penyelenggara merupakan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkuat citra Makassar sebagai kota tujuan penyelenggaraan event nasional.

“Ini adalah kesempatan emas bagi Kota Makassar karena dipercaya menjadi tuan rumah. Kami ingin momentum ini dimanfaatkan dengan melibatkan sebanyak mungkin pelaku ekonomi kreatif lokal, mulai dari UMKM, brand lokal, seniman, komunitas, hingga musisi asal Makassar,” kata Hendra.

Ia menegaskan, Pemkot Makassar akan mendampingi seluruh proses penyelenggaraan, mulai dari pengurusan perizinan hingga koordinasi lintas perangkat daerah untuk memastikan seluruh aspek teknis berjalan optimal.

Pemerintah juga akan memastikan kesiapan venue, sistem parkir, rekayasa lalu lintas, hingga langkah mitigasi guna mengantisipasi lonjakan pengunjung sehingga pelaksanaan festival berlangsung aman, nyaman, dan tertib.

“Kami akan mendampingi seluruh proses perizinan sejak awal hingga seluruh rekomendasi diterbitkan. Soal venue juga menjadi perhatian utama, termasuk potensi kemacetan, parkir, dan langkah-langkah mitigasi agar pelaksanaan berjalan aman dan tertib,” jelasnya.

Hendra optimistis Local Fest 2026 akan mendapat sambutan besar dari masyarakat. Namun, ia mengajak seluruh pengunjung untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta nama baik Kota Makassar selama festival berlangsung.

“Kami melihat acara ini akan sangat meriah. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menunjukkan antusiasme secara positif, menjaga keamanan, keselamatan, dan nama baik Kota Makassar,” tuturnya.

Ia berharap penyelenggaraan Local Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan berkualitas, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, serta UMKM.

Dengan masuknya Makassar dalam kalender penyelenggaraan Local Fest 2026, posisi kota ini dinilai semakin kuat sebagai salah satu pusat industri kreatif sekaligus destinasi event nasional di Indonesia Timur. (*)

Banner Sponsor

Iklan