Berawal Dari Kampung yang Sama, Kalak BPBD Makassar dan Pegiat Antikorupsi Teguhkan Komitmen Pengabdian

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pertemuan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, dengan pegiat antikorupsi Jusman AR, berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan sarat makna.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia, tetapi juga mempertemukan dua sosok yang memiliki akar keluarga dari kampung yang sama serta semangat pengabdian yang sejalan.

Keduanya diketahui memiliki garis keturunan dari Desa Lapasu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Desa tersebut merupakan salah satu kampung yang memiliki keterkaitan dengan kelahiran tokoh nasional H. M. Aksa Mahmud, yang dikenal sebagai sosok yang menginspirasi melalui kerja keras, integritas, dan dedikasinya bagi bangsa.

Meski menempuh jalur pengabdian yang berbeda, Fadli Tahar dan Jusman AR dipertemukan oleh nilai yang sama, yakni komitmen untuk menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Fadli Tahar mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk kembali menjalin silaturahmi sekaligus menyerap nasihat dari sosok senior yang selama ini dianggapnya sebagai sumber inspirasi.

“Kami datang ke sini untuk reuni. Beliau saya anggap sebagai senior yang selalu memberikan advice kepada saya. Pesan beliau tidak pernah berubah, jangan pernah ragu berbuat untuk kepentingan masyarakat, selama semua dilakukan dengan niat yang baik dan tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku,” ujar Fadli.

Menurutnya, pesan tersebut memiliki arti penting dalam menjalankan amanah sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar.

Sebab, tugas BPBD Makassar berkaitan langsung dengan keselamatan dan kemanusiaan, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat dan bencana.

“Tugas kami adalah kerja-kerja kemanusiaan. Dalam kondisi darurat, masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah yang cepat, tepat, dan dapat dipercaya,” katanya.

Fadli menegaskan, setiap kebijakan dan tindakan dalam penanganan bencana harus dilakukan dengan keberanian, namun tetap berlandaskan integritas, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

“Setiap langkah yang kami ambil harus berani, berpihak kepada keselamatan masyarakat, sekaligus menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan kepatuhan terhadap hukum. Nasihat beliau menjadi pengingat agar pengabdian tidak pernah keluar dari rel kejujuran,” tuturnya.

Bagi Fadli, silaturahmi tersebut menunjukkan bahwa warisan dari kampung halaman tidak hanya berupa sejarah dan hubungan kekerabatan, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pertemuan itu kemudian ditutup dengan harapan agar semangat persaudaraan, integritas, dan kepedulian sosial terus menjadi fondasi dalam membangun pelayanan publik yang bersih, profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Dua jalan pengabdian yang berbeda tersebut, akhirnya bertemu pada satu nilai yang sama: melayani masyarakat dengan ketulusan, integritas, dan tanggung jawab untuk negeri. (*)

Banner Sponsor

Iklan