Kesaksian Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2: Bertahan di Laut dengan Ombak Besar Usai Nekat Melompat

Salah satu penumpang KM Mutiara Sentosa 2, Muhammad Abdul Karim asal Makassar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8/2026) (Sumber: Kumparan/dok. Farusma Okta Verdian/kumparan)

MENITNEWS.CO.ID, SURABAYA — Peristiwa kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8), meninggalkan trauma mendalam bagi para penumpangnya. Salah satu korban selamat, Muhammad Abdul Karim, menceritakan detik-detik menegangkan saat dirinya harus melompat ke tengah laut demi menyelamatkan diri dari kobaran api yang terus membesar.

Insiden tersebut bermula pada pagi hari, sesaat setelah pembagian sarapan kepada para penumpang selesai. Abdul yang saat itu berada di dek paling atas kapal tiba-tiba melihat kepulan asap muncul dari bagian belakang armada angkutan tersebut.

Situasi di dalam kapal berubah menjadi kepanikan masal ketika terdengar dentuman berulang kali dari pusat munculnya asap.

“Awalnya asap dulu masuk ke ruang akomodasi penumpang, di situ baru terjadi ledakan-ledakan setelah itu. Apinya langsung besar, tidak kecil,” tutur Abdul saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dikutip dari Kumparan, Senin (3/8).

Melihat kondisi yang mulai tidak terkendali, kru kapal sempat menginstruksikan seluruh penumpang untuk segera berkumpul di area depan. Namun, keadaan kian meruncing sewaktu si jago merah merambat cepat hingga membakar ruang navigasi kapal.

Baca juga: Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Sumenep: 5 Meninggal Dunia, 41 Penumpang Masih Dicari

Menyadari bahaya yang makin mengancam jiwa, penumpang asal Makassar ini memutuskan untuk terjun ke laut. Ia melompat bersama seorang pria lanjut usia dengan mengandalkan pelampung yang sebelumnya telah dibagikan oleh petugas kapal.

“Saya loncat itu ketika saya lihat api sudah di ruang navigasi. Turunnya bergantian karena banyak yang takut. Saya berdua sama kakek-kakek,” ungkap Abdul.

Usai melompat, perjuangan Abdul belum selesai. Ia bersama korban selamat lainnya harus mengapung dan bertahan di tengah gulungan ombak besar sembari menunggu kedatangan tim penyelamat.

“Posisi ombak besar, kalau renang kita kehabisan tenaga. Jadi kita ngapung sambil melambaikan tangan. Kita berdua bergandengan tangan, nanti setelah dekat kapal penyelamat baru lepas,” jelasnya.

Proses evakuasi membutuhkan waktu yang cukup lama. Abdul terus berjuang di tengah perairan hingga akhirnya kapal bantuan datang mengangkutnya sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibat tindakan nekatnya demi menyelamatkan nyawa, Abdul menderita luka fisik di bagian lengan karena tergesek tali kapal sewaktu melompat. Ia juga harus merelakan seluruh barang pribadinya tenggelam, termasuk pakaian, ponsel, serta buah tangan yang dibawanya.

“Ini sadar ketika sudah naik di atas kapal penyelamat, baru sadar ada luka. Dagingnya sudah kelihatan,” paparnya.

Sebelum dievakuasi sepenuhnya dari lokasi kejadian, Abdul sempat menyaksikan kondisi memprihatinkan dari armada yang ditumpanginya. KM Mutiara Sentosa 2 terlihat dalam posisi miring ke arah kanan dengan hampir seluruh fisik kapal telah hangus dilalap api. (*)

Banner Sponsor

Iklan