Mengupas Perjalanan dan Gebrakan Terbaru Bondan Prakoso di Industri Musik Indonesia

Bondan Prakoso (Instagram/@_bondanprakoso_)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Nama Bondan Prakoso tetap kokoh sebagai salah satu musisi berpengaruh di belantika musik Tanah Air. Mengawali karier sebagai penyanyi cilik lewat lagu legendaris “Si Lumba-Lumba” pada era 1990-an, basis berbakat ini terus bertransformasi melewati berbagai era—mulai dari mengusung aliran rock-funk bersama Funky Kopral hingga meraih puncak popularitas lewat kolaborasi Bondan Prakoso & Fade 2 Black.

Langkah bermusik Bondan memasuki babak baru ketika proyek kolaborasinya bersama Fade 2 Black memutuskan untuk vakum pada 2013. Sejak saat itu, ia memilih melangkah di jalur independen (indie) untuk mengarungi karier solonya. Pilihan ini memberinya kendali penuh atas seluruh proses kreatif, mulai dari penulisan materi lagu, proses produksi di studio, hingga tahap distribusi karya secara mandiri.

Bondan Prakoso (Instagram/@_bondanprakoso_)

Selama berkiprah sebagai penyanyi solo, mantan penyanyi cilik ini terus konsisten melahirkan sejumlah karya rilis tunggal. Beberapa single yang telah dilepas ke pasaran di antaranya “Pejuang Garis Finish”, “Luar Biasa Istimewa”, “Kabut”, dan “Aku Baru”. Tidak hanya fokus mengasah karya pribadi, ia juga membagikan pengalaman serta kepiawaiannya dengan bertindak sebagai produser di balik layar untuk beberapa grup musik lain.

Daya tarik panggung musisi senior ini tidak berhenti pada proyek solonya saja. Pada 2023, Bondan mengobati kerinduan penggemar lama dengan menggelar reuni bersama para mantan personel Funky Kopral melalui wadah grup musik baru bernama Halfmath.

Momen rekonstruksi sejarah musiknya semakin lengkap pada akhir 2024. Setelah 11 tahun menjalani masa vakum, Bondan Prakoso kembali bertatap muka dan berada di satu panggung yang sama bersama Fade 2 Black. Penampilan nostalgia mereka di ajang festival musik Synchronize Fest 2024 di Jakarta menjadi tempat melepas rindu para pendengar setia lewat tembang-tembang hits legendaris seperti “Ya Sudahlah”, “Bunga”, hingga “Kita Selamanya”.

Hingga kini, eksistensi Bondan Prakoso di ekosistem musik Indonesia tetap terjaga kuat. Di samping jadwal panggung dan kesibukan garapan studio yang terus berjalan, ia aktif menjalin komunikasi serta memberi dukungan moral bagi sesama rekan musisi di Tanah Air.

Konsistensi dalam mengeksplorasi kebebasan berkarya lewat jalur indie, dipadu dengan keterbukaannya untuk bereuni dengan kolega lama, menegaskan bahwa kepiawaian dan jiwa bermusik seorang Bondan Prakoso terus menyala melintasi zaman. (*)

Banner Sponsor

Iklan