Aura Kasih Banting Setir ke Bisnis Pangan, Kelola Sawah hingga Peternakan Ayam

Aura Kasih (Instagram @aurakasih/Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Penyanyi sekaligus aktris Aura Kasih akhirnya buka suara mengenai alasannya yang kini jarang terlihat di layar kaca. Pelantun lagu “Mari Bercinta” tersebut rupanya tengah sibuk menekuni dunia usaha di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan ayam yang telah dirintisnya dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan untuk merambah sektor riil ini dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya yang tumbuh di lingkungan pedesaan. Aura mengaku sudah akrab dengan dunia usaha dan kehidupan kampung sejak lama, sehingga terjun ke sektor ini terasa sebagai langkah alami yang tetap menuntut proses belajar secara konsisten.

Momen pandemi Covid-19 pada 2020 menjadi titik balik yang mendorongnya untuk lebih serius memperkuat ketahanan finansial di luar industri hiburan. Berada di tengah situasi global yang serba tidak pasti saat itu memicu kesadarannya akan pentingnya memiliki aset dan sumber penghasilan yang stabil.

Baca juga: Syahrini Rayakan Ulang Tahun Ganda di Bali Sekaligus Beri Sinyal Kembali ke Dunia Musik

Kekhawatiran akan dampak krisis global hingga isu geopolitik justru membawanya pada ide untuk membangun fondasi bisnis yang berfokus pada ketahanan pangan mandiri. Langkah konkret awal yang diambilnya adalah berinvestasi dengan membeli lahan sawah serta kebun, sebelum akhirnya merambah ke sektor peternakan.

Pilihan mengelola peternakan ayam didasari oleh pertimbangan pasar yang matang. Aura menilai komoditas daging ayam merupakan salah satu sumber protein paling terjangkau yang tingkat konsumsi masyarakatnya selalu tinggi dan tidak pernah surut.

Perempuan kelahiran Tasikmalaya ini juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa canggung atau malu bergelut dengan dunia pertanian dan peternakan. Pengalaman tumbuh besar di desa membuat aktivitas di area persawahan bukan hal asing, melainkan bagian dari memori masa kecil yang kini dikembangkannya menjadi peluang bisnis prospektif. (*)

Banner Sponsor

Iklan