MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Hal itu dilakukan melalui audiensi bersama Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Direktur PAUD Kurniawan, Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD Abdul Kahar, Kepala BBPMP Sulawesi Selatan Imran, serta Ketua Tim Kerja Wajib Belajar 13 Tahun Dona Paramita.
Dari Pemerintah Kota Makassar, Melinda Aksa didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Kepala Bidang PAUD PNF Yasmain Gasba, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Titin Florentina, Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Herlina, serta jajaran pengurus Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Salah satu fokus pembahasan adalah implementasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, sekaligus penguatan kapasitas Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dalam audiensi tersebut, Melinda bersama jajaran memperkenalkan “Jelajah Langkah Bunda PAUD Kota Makassar”, yang merangkum perjalanan penguatan layanan PAUD di Kota Makassar selama Juni 2025 hingga Juli 2026.
Program tersebut mengusung tema “Menguatkan Fondasi, Menumbuhkan Generasi.”
Melinda mengatakan, dokumentasi perjalanan tersebut tidak sekadar menjadi rangkuman berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan.
Lebih dari itu, program tersebut menggambarkan keterhubungan berbagai kebijakan dan langkah yang diarahkan pada peningkatan pengalaman tumbuh serta proses belajar anak.
“Semua kebijakan, program, pelatihan, pembangunan sarana, maupun kolaborasi pada akhirnya harus kembali pada satu pertanyaan: apa manfaatnya bagi pengalaman tumbuh dan belajar anak? Karena itu, sepanjang perjalanan ini kami berusaha agar penguatan PAUD tidak hanya terlihat pada program, tetapi juga semakin terasa di ruang belajar anak,” ujar Melinda.
Selama satu tahun terakhir, penguatan PAUD di Makassar dilakukan melalui berbagai aspek. Di antaranya peningkatan tata kelola, pelaksanaan PAUD satu tahun pra-SD, peningkatan kapasitas pendidik, pendidikan inklusif, perlindungan dan pemenuhan gizi anak, PAUD Holistik Integratif, hingga penguatan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.
Seluruh langkah tersebut diarahkan pada satu semangat, yakni “PAUD Bermutu untuk Semua.”
Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina, mengatakan perjalanan penguatan PAUD selama satu tahun sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperkuat.
Menurut dia, peran Bunda PAUD tidak hanya sebatas menjalankan kegiatan, tetapi juga menjadi penghubung antara berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang dan pendidikan anak.

“Perjalanan satu tahun ini memberi kami banyak pembelajaran. Kami melihat apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih perlu diperkuat, dan bagaimana peran Bunda PAUD bisa terus hadir untuk menghubungkan berbagai pihak. Yang terpenting, setiap langkah yang dilakukan harus benar-benar bermuara pada layanan yang semakin baik bagi anak-anak kita,” ujar Titin.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari Direktur PAUD Kurniawan.
Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar dan Bunda PAUD Kota Makassar karena dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini.
“Kami tentu mengapresiasi apa yang sudah dilakukan di Kota Makassar. Apa yang tadi disampaikan menunjukkan bahwa arah yang dibangun sudah sejalan dengan tujuan yang sedang kita dorong bersama, yaitu bagaimana menghadirkan layanan PAUD yang semakin bermutu dan dapat dirasakan oleh setiap anak,” ujar Kurniawan.
Kurniawan menekankan pentingnya menjaga komitmen yang telah dibangun di daerah. Menurutnya, berbagai program PAUD perlu dikembangkan menjadi praktik yang berkelanjutan sehingga tidak berhenti sebagai kegiatan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi anak.
Sementara itu, Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD, Abdul Kahar, turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap sektor pendidikan.
Ia menilai kepedulian pemerintah daerah terhadap pendidikan menjadi salah satu indikator penting dalam mempersiapkan masa depan suatu daerah.
“Ketika satu daerah sudah peduli terhadap pendidikan, itu pertanda peduli terhadap masa depan wilayah tersebut. Yang menentukan kemajuan suatu bangsa adalah pendidikan. Sangat beruntung wilayah yang pimpinannya memang peduli terhadap pendidikan,” ungkap Abdul Kahar.
Melinda menegaskan, berbagai capaian yang dipaparkan dalam audiensi tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
Kolaborasi tersebut melibatkan Pokja Bunda PAUD, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan, satuan pendidikan, Pemerintah Kota Makassar, para pendidik, keluarga, organisasi mitra, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Peran kami adalah berusaha mempertemukan berbagai kekuatan tersebut agar kebutuhan anak dapat dilihat secara lebih utuh. Karena semakin banyak pihak yang memiliki kepedulian yang sama, semakin kuat pula lingkungan yang kita siapkan bagi anak-anak Makassar,” tutur Melinda.
Audiensi tersebut diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan kerja sama antara Bunda PAUD Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar, dan Direktorat PAUD Kemendikdasmen.
Sinergi tersebut diarahkan untuk memastikan layanan pendidikan anak usia dini di Kota Makassar semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Bagi Bunda PAUD Kota Makassar, perjalanan penguatan PAUD selama satu tahun terakhir menjadi pijakan untuk melanjutkan berbagai program yang telah berjalan.
Penguatan PAUD Makassar, dinilai bukan sekadar menyelesaikan satu program, melainkan memastikan setiap anak memperoleh fondasi pendidikan yang baik sebagai bekal menuju perjalanan hidup selanjutnya. (*)

