Siswa SMKN 5 Pontianak Ungkap Rasa Bangga dan Haru Usai Sukses Jadi Pembawa Baki di Istana Negara

Celine Olivia Apriani Theo, siswi SMK Negeri 5 Pontianak, Kalimantan Barat, bertugas sebagai pembawa baki dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).(Sumber: KOMPAScom/Dok: Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Perasaan bangga dan haru tak mampu disembunyikan oleh Celine Olivia Apriani Theo, siswi SMK Negeri 5 Pontianak, usai menuntaskan tugas krusial dalam upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara, Senin (18/8/2026). Anggota Paskibraka nasional tersebut dipercaya mengemban posisi krusial sebagai pembawa baki bendera Merah Putih pada pengibaran pagi hari.

Celine menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya untuk mengawal momen bersejarah tersebut. Ia mengaku sempat tidak menyangka akan terpilih menduduki posisi strategis dalam formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Kendati sempat diliputi rasa terkejut, Celine menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab. Keyakinan dan kesiapan mental menjadi modal utamanya saat melangkah di lapangan upacara Istana Negara.

Baca juga: Semarak HUT ke-81 RI, MAN 2 Kota Makassar Gelar Upacara Khidmat di Al-Falah Sport Arena

Pengalaman berharga dirasakannya ketika melangkahkan kaki naik menuju podium utama. Momen melangkahkan kaki menghadap Presiden RI untuk menerima sang saka Merah Putih menjadi kenangan paling berkesan dan tak terlupakan sepanjang prosesi penugasan.

Perasaan haru Celine semakin membuncah ketika menyaksikan Sang Saka Merah Putih akhirnya membentang dan berkibar dengan sempurna di langit Jakarta. Kelancaran jalannya pengibaran bendera menjadi pemicu rasa lega sekaligus bangga atas kerja keras seluruh tim Paskibraka.

Di balik keberhasilan tersebut, Celine menceritakan perjuangan panjang selama masa pemusatan latihan. Tantangan terbesar yang dihadapinya bukanlah teknis baris-berbaris semata, melainkan kedisiplinan dalam mengelola waktu antara jadwal latihan yang padat dan waktu istirahat.

Baca juga: Memupuk Jiwa Qur’ani dan Sportivitas, MHQ Masjid Cheng Hoo Makassar Gelar Semarak Lomba Kemerdekaan

Menurut siswi asal Kalimantan Barat ini, porsi latihan Paskibraka menuntut ketahanan fisik dan mental yang sangat prima. Pembagian waktu secara seimbang menjadi kunci utama agar kondisi tubuh tetap terjaga dan performa di lapangan dapat maksimal hingga hari penugasan tiba.

Keberhasilan menjalankan tugas sebagai pembawa baki ini tidak hanya menjadi capaian personal bagi Celine, tetapi juga mengukir kebanggaan tersendiri bagi sekolahnya di Pontianak serta daerah asalnya. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan