Pemkot Makassar dan Transjakarta Bahas Sistem Bus Terintegrasi Perkuat Transportasi Publik

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuka peluang kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk mengembangkan sistem transportasi bus terintegrasi yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat di Kota Makassar.

Pembahasan awal tersebut dilakukan melalui kick-off meeting secara daring antara Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza, Jumat (21/8/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah kepala SKPD Pemkot Makassar, khususnya perangkat daerah yang berkaitan dengan perencanaan, keuangan, pendapatan daerah, dan perhubungan.

Munafri mengatakan, pertemuan perdana tersebut menjadi langkah awal bagi Pemkot Makassar untuk memperoleh gambaran mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan dalam membangun sistem transportasi bus terintegrasi dengan mengacu pada pengalaman Transjakarta.

Menurutnya, Pemkot Makassar ingin mempelajari berbagai skema pelayanan yang telah diterapkan Transjakarta untuk melihat kemungkinan penerapannya di Makassar.

“Kami berterima kasih atas waktu yang diberikan oleh Pak Dirut beserta tim untuk menindaklanjuti hasil pertemuan kita beberapa waktu yang lalu di Jakarta. Bahwa Pemerintah Kota Makassar berniat membuat, membangun sebuah sistem transportasi yang ada di kota ini,” ujar Munafri.

Baca Juga : Pemkot Makassar Atur Ulang Jadwal Buang Sampah, Warga Diminta Buang Malam Hari

Munafri menjelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyediakan layanan Bus atau Trans Sulsel yang melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Makassar.

Karena itu, Pemkot Makassar ingin merancang sistem transportasi bus yang dapat melengkapi layanan yang sudah tersedia. Sistem tersebut diharapkan mampu menghubungkan berbagai kawasan di dalam kota tanpa menimbulkan tumpang tindih dengan moda transportasi lokal yang telah beroperasi.

“Kota Makassar ini penduduknya kurang lebih 1,4 juta jiwa, dan itu kondisi di malam hari. Di siang hari itu hampir 2 juta penduduk yang datang dan keluar di Kota Makassar,” kata Munafri.

Tingginya pergerakan masyarakat tersebut, lanjut dia, menunjukkan kebutuhan terhadap transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi, dan mampu menjangkau kawasan-kawasan strategis di Kota Makassar.

Namun, Munafri menegaskan, pengembangan sistem tersebut tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Setiap kebijakan harus terlebih dahulu didukung kajian yang komprehensif dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Mungkin langkah awal yang kita lakukan adalah sama-sama membentuk tim untuk mengkaji mulai dari awal kembali, supaya proses perjalanan ini terkawal dengan baik,” ujarnya.

Munafri berharap pengalaman Transjakarta dalam mengelola layanan transportasi publik dapat menjadi referensi bagi Pemkot Makassar dalam menyusun konsep sistem bus terintegrasi.

Ia menilai, kolaborasi dan kajian bersama penting dilakukan agar sistem yang nantinya dibangun benar-benar sesuai dengan karakteristik Kota Makassar.

“Kami sangat berharap proyek ini bisa menjadi kenyataan di Kota Makassar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muhammad Rheza mengatakan, pertemuan tersebut masih berada pada tahap awal.

Fokus pembahasan adalah mendengarkan kebutuhan dan harapan Pemkot Makassar sekaligus memperoleh pemaparan dari Transjakarta mengenai pengalaman mereka dalam mengelola layanan transportasi publik.

“Transjakarta mau menawarkan kerja sama dengan Pemerintah Kota dalam hal penyediaan transportasi publik di Makassar seperti di Jakarta. Mereka tadi itu memaparkan tentang kegiatan-kegiatan dan perusahaan mereka,” jelas Rheza.

Baca Juga : Pemkot Makassar dan PA Kelas IA Siapkan Sidang Terpadu Perwalian Anak Panti

Ia menegaskan, pertemuan tersebut belum sampai pada tahap penentuan bentuk kerja sama ataupun pola operasional layanan.

Pemkot Makassar masih akan mempelajari konsep yang ditawarkan Transjakarta, kemudian melakukan pembahasan lanjutan untuk menentukan kesesuaian sistem, kebutuhan, serta skema kerja sama yang paling tepat diterapkan di Makassar.

“Kita masih mau mempelajari dulu yang telah mereka paparkan, apakah ada kesesuaian dengan kita atau tidak. Untuk selanjutnya akan kita bahas pada pertemuan selanjutnya. Mudah-mudahan bisa diterapkan juga di Makassar,” pungkasnya.

Dengan adanya pembahasan awal tersebut, peluang pengembangan sistem bus terintegrasi di Makassar kini mulai memasuki tahap kajian. Pemkot Makassar berharap, proses tersebut dapat menghasilkan konsep transportasi publik yang mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan