PT Liga Utama Indonesia Resmi Kelola Championship Musim 2026/2027, Kick-off 11 September

General Manager I.League Budiman Dalimunthe. Ketika memberikan keterangan kepada media usai RUPS PT LUI (Liga Utama Indonesia) (Sumber: REPUBLIKA/Fitriyanto)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Kompetisi sepak bola kasta kedua Indonesia, Championship musim 2026/2027, dipastikan mulai bergulir pada 11 September 2026. Penyelenggaraan musim baru ini menandai babak baru tata kelola sepak bola nasional seiring pengoperasian badan hukum anyar, PT Liga Utama Indonesia.

General Manager I.League Budiman Dalimunthe mengonfirmasi bahwa pembentukan PT Liga Utama Indonesia merupakan perwujudan mandat Kongres 2023. Para pemegang suara saat itu menyepakati perlunya pengelola khusus yang terpisah dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) demi kemandirian dan kejelasan tata kelola bisnis.

Pemisahan entitas ini dilakukan secara bertahap antara Super League dan Championship. Melalui skema baru ini, hak dan kewajiban komersial, baik terkait pembagian dividen maupun potensi kerugian, dapat ditanggung secara lebih transparan oleh masing-masing entitas.

“Dengan adanya PT Liga Utama Indonesia, perlahan tetapi pasti nantinya akan menjadi lebih mandiri. Entitas bisnisnya dipisahkan agar lebih jelas, baik ketika ada keuntungan atau dividen maupun ketika ada kerugian yang harus ditanggung bersama,” ungkap Budiman usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Utama Indonesia di Jakarta, dikutip dari Republika, Senin (24/8/2026).

Format Dua Wilayah dan Mekanisme Playoff Baru

Sebanyak 20 klub peserta Championship musim 2026/2027 akan dibagi ke dalam dua kelompok wilayah. Masing-masing pemuncak grup berhak meraih tiket promosi langsung ke Super League sekaligus bertanding di babak playoff yang bertempat di lokasi netral untuk menentukan gelar juara.

Baca juga: Tampil Beda, Erling Haaland Potong Rambut Cepak Jelang Laga Perdana Manchester City

Penentuan tiket playoff bagi tim peringkat kedua mengalami sedikit penyesuaian. Budiman menjelaskan bahwa pemeringkatan posisi kedua tidak hanya bertumpu pada raihan poin semata, melainkan melalui hasil penilaian khusus sebelum berlaga di venue netral.

Regulasi degradasi juga diberlakukan secara tegas. Klub penutup klasemen atau peringkat ke-10 otomatis turun kasta, sedangkan tim di posisi kesembilan diwajibkan mengikuti playoff degradasi untuk mempertahankan tempat mereka di Championship.

Secara keseluruhan, turnamen akan menyajikan total 273 laga dengan sistem double round-robin ditambah satu laga penentu. Klub berperingkat lebih tinggi akan mendapat keuntungan jadwal berupa lima laga kandang dan empat laga tandang pada mekanisme tambahan tersebut, di luar skema sembilan laga kandang dan sembilan laga tandang reguler.

Laga Pembuka PSIS Semarang vs PSPS

Laga sengit antara PSIS Semarang melawan PSPS di Semarang terpilih menjadi partai pembuka Championship 2026/2027 pada 11 September. Penunjukan duel ini didasarkan pada kesiapan sarana, potensi nilai komersial, dan jaminan kualitas stadion yang masuk kriteria premium.

“Di RUPS biasa juga sudah dimintakan persetujuan kepada para pemegang saham dan disetujui bahwa 11 September menjadi pembukaan Championship League di Semarang,” terang Budiman.

Selain mengular kompetisi utama, PT Liga Utama Indonesia memegang kendali atas penyelenggaraan Elite Pro Academy (EPA). Detail mengenai aturan serta pembagian divisi untuk kompetisi usia muda tersebut akan diumumkan secara terpisah.

Baca juga: AC Milan Bungkam Torino 2-1 di Laga Perdana Serie A 2026/2027

Mengenai aturan pendukung, alokasi untuk suporter tim tamu dirancang sebesar 5 hingga 8 persen dari kapasitas stadion. Meski begitu, kehadiran suporter tandang sangat bergantung pada kesiapan panitia lokal (LOC), izin kepolisian, fasilitas keamanan stadion, serta pertimbangan rekam jejak persaingan antar kedua klub.

Standarisasi Lisensi dan Dukungan Komersial

Pemilihan nama PT Liga Utama Indonesia mencerminkan status seluruh kontestan sebagai klub profesional yang berpeluang mentas di kasta tertinggi. Saat ini terdapat 38 klub profesional yang siap bersaing, di mana peserta Championship diwajibkan memenuhi standarisasi lisensi ketat yang terus diperbarui dari lima menjadi tujuh kriteria.

“Makanya namanya menjadi Liga Utama, bukan kelas satu atau kelas dua,” tegas Budiman sembari menambahkan bahwa standarisasi ini menjamin kesiapan fisik dan manajerial klub jika berhasil promosi ke Super League.

Sisi finansial kompetisi dipastikan tetap stabil. Pegadaian kembali berpartisipasi sebagai sponsor utama untuk musim 2026/2027, mendampingi langkah pengelola yang juga terus membuka pintu bagi deretan mitra komersial baru. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan