Politeknik Bosowa Latih 70 Siswa SMKN 4 Enrekang Kuasai Teknologi Otomasi Industri

MENITNEWS.CO.ID, ENREKANG — Puluhan siswa Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMKN 4 Enrekang mendapatkan kesempatan emas untuk mendalami teknologi otomasi industri secara langsung. Melalui Pelatihan Programmable Logic Controller (PLC) yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Listrik Politeknik Bosowa pada Kamis (27/8/2026), sebanyak 70 peserta didik tidak hanya berkutat pada teori kelas, melainkan diajak menyelami penerapan praktis sistem kendali otomatis yang menjadi fondasi sektor manufaktur modern.

Agenda pelatihan ini merupakan bagian dari program Electrical Teaching and Industrial Adventure (ELECTRA) 2026. Mengusung tema “Meningkatkan Wawasan Industri dan Kompetensi Vokasi Melalui Kunjungan Industri dan Pelatihan di SMK Enrekang dan Toraja,” program ini dirancang khusus untuk menjembatani kurikulum sekolah kejuruan dengan dinamika kebutuhan lapangan kerja. Penguasaan perangkat PLC dinilai sangat krusial sebagai modal dasar bagi calon teknisi muda sebelum memasuki ekosistem kerja otomasi dan ketenagalistrikan.

Baca juga: Bosowa Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Kebakaran di Paccerakkang

Proses pembelajaran dikemas interaktif dan aplikatif, sehingga para peserta dapat menghubungkan materi akademik sekolah dengan simulasi nyata di dunia industri. Pendekatan praktik ini bertujuan untuk mengikis kesenjangan antara teori formal dengan tuntutan keterampilan praktis di lapangan.

Ketua Program Studi Teknik Listrik Politeknik Bosowa, Sulistianingsih Nur Fitri, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud kepedulian institusi dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi di daerah. Menurutnya, laju modernisasi pabrik dan industri menuntut para siswa kejuruan untuk terus memperbarui wawasan teknis mereka. Penguasaan materi dasar saja tidak lagi cukup tanpa diimbangi kemampuan beradaptasi terhadap pembaharuan teknologi terkini.

“Kami ingin para siswa tidak hanya menguasai teori di atas kertas, tetapi juga memahami secara konkret bagaimana teknologi tersebut dioperasikan dalam skala industri,” ujar Sulistianingsih. Ia menambahkan bahwa kesiapan mental dan keterampilan teknis siswa harus dipupuk sejak dini agar mereka memiliki daya saing tinggi saat lulus kelak.

Program ELECTRA 2026 ini menerjunkan 30 mahasiswa beserta jajaran dosen pengajar dari Politeknik Bosowa. Tim gabungan tersebut dibagi ke dalam dua kelompok kerja untuk menyasar dua lokasi berbeda, yakni SMKN 4 Enrekang dan SMKN 1 Enrekang. Langkah ini sekaligus menjadi ajang olah KKN dan pengabdian masyarakat yang menuntut mahasiswa melatih kepemimpinan, komunikasi teknis, serta kerja sama tim dalam mentransfer ilmu kepada para adik tingkat mereka di SMK.

Baca juga: Disdik Makassar Bidik Inovasi Pendidikan Lewat Studi Tiru di Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor

Sulistianingsih menilai bahwa interaksi langsung antara civitas akademika perguruan tinggi vokasi dan siswa kejuruan menciptakan ekosistem pendidikan yang saling menguatkan. Mahasiswa mendapatkan wadah mengasah soft skills dan mempertajam pemahaman materi, sementara siswa SMK memperoleh gambaran nyata mengenai iklim perkuliahan dan kebutuhan industri modern.

Baca juga: Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding kepada Mahasiswa Universitas Bosowa, Kampanyekan Budaya #Cari_Aman

Pihak Politeknik Bosowa berharap kegiatan ini menjadi pintu pembuka bagi kerja sama berkelanjutan dengan SMKN 4 Enrekang di masa mendatang, baik dalam bentuk pelatihan berkala maupun penguatan kurikulum berbasis industri. Kolaborasi sinergis antara perguruan tinggi vokasi dan sekolah menengah kejuruan ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang terampil, tangguh, dan relevan dengan perkembangan zaman. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan