MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) mengimbau seluruh civitas akademika untuk memperketat kewaspadaan terhadap ancaman penipuan yang memanfaatkan pemalsuan tanda tangan digital pimpinan kampus. Langkah antisipasi ini diambil guna mencegah beredarnya surat resmi fiktif yang mengatasnamakan pihak Unhas.
Merespons potensi penyalahgunaan tersebut, Humas Unhas mengingatkan para dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa untuk meneliti keabsahan setiap dokumen yang masuk. Pengecekan keaslian surat dapat dilakukan secara mandiri dengan memindai QR Code pada dokumen atau mengakses portal resmi Peruri untuk memverifikasi tanda tangan digital.

Jika menemukan surat dengan keabsahan yang meragukan, pihak penerima diminta tidak langsung memprosesnya. Unhas menyarankan agar penerima segera melakukan konfirmasi ke tingkat departemen, fakultas, atau Rektorat melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Baca juga: Unhas dan Belanda Perkuat Kemitraan Multilateral di Tengah Dinamika Geopolitik Global
Pihak universitas menegaskan bahwa seluruh penerbitan dokumen administratif di lingkungan Unhas selalu melewati mekanisme verifikasi yang ketat dan berjenjang. Setiap pejabat menandatangani surat resmi berdasarkan wewenang serta level jabatannya demi memastikan legalitas dokumen yang dikeluarkan.
Humas Unhas, Ishaq Rahman, berharap kewaspadaan seluruh warga kampus dapat ditingkatkan seiring maraknya berbagai modus kejahatan digital saat ini. Kolaborasi aktif civitas akademika dalam mengecek keaslian dokumen sangat diperlukan untuk melindungi identitas institusi dan menjaga keamanan sistem administrasi di lingkungan Unhas. (*)

