MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan bahwa, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan industri pertambangan.
Perusahaan yang merupakan bagian dari holding industri pertambangan Indonesia, MIND ID, terus menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi lokal, serta membangun ketahanan sosial dan ekologi di sekitar wilayah operasional.
Komitmen tersebut disampaikan Head of External Relations Regional & Growth PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, dalam sosialisasi MediaMIND 2026 di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 mahasiswa dan 50 jurnalis Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan itu, Endra memaparkan berbagai praktik baik PT Vale dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Menurut Endra, keberlanjutan sektor pertambangan tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan operasional perusahaan. Lebih dari itu, aktivitas pertambangan harus mampu menciptakan nilai jangka panjang yang dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan.
“Program pemberdayaan yang kami jalankan bukan sekadar bantuan, melainkan upaya membangun kemandirian ekonomi dan ekologi masyarakat secara berkelanjutan, mulai dari pertanian, perikanan, hingga pengelolaan lingkungan,” kata Endra.
Ia menjelaskan, program PPM PT Vale dilaksanakan di tiga provinsi tempat perusahaan beroperasi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Program tersebut dirancang berdasarkan hasil pemetaan sosial yang dilakukan secara berkala di setiap wilayah. Pendekatan itu dilakukan agar program yang dijalankan dapat menyesuaikan kebutuhan sekaligus mengoptimalkan potensi masyarakat setempat.
Endra menyebutkan, pelaksanaan program PPM PT Vale bertumpu pada tiga pilar utama. Ketiganya meliputi pengembangan sumber daya manusia, pengembangan penghidupan berkelanjutan, serta penguatan resiliensi sosial-ekologi.
Berbagai program tersebut dikembangkan dengan mengedepankan potensi lokal dan mendorong masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan.
Di Sulawesi Selatan, misalnya, PT Vale mengembangkan kawasan agrowisata berbasis komoditas nanas di Desa Tabarano. Perusahaan juga menjalankan program konservasi ekosistem pesisir dan laut di kawasan Malili.
Sementara di Morowali, Sulawesi Tengah, PT Vale mendukung pengembangan pertanian organik yang telah menghasilkan beras bersertifikat.
Adapun di Kolaka, Sulawesi Tenggara, perusahaan mengembangkan Sekolah Lapang Kakao. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, sekaligus nilai tambah hasil pertanian masyarakat.
Endra mengatakan berbagai program tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan sumber daya mineral dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang bagaimana kami mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana masyarakat di sekitar wilayah operasi memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan membangun masa depannya secara mandiri,” ujarnya.
Praktik pemberdayaan masyarakat PT Vale menjadi salah satu contoh kisah perubahan yang diperkenalkan dalam sosialisasi MediaMIND 2026.
MediaMIND merupakan kompetisi karya jurnalistik yang diselenggarakan oleh MIND ID. Pada 2026, kompetisi tersebut memasuki penyelenggaraan kelima dengan mengusung tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri.”
Melalui MediaMIND 2026, MIND ID bersama PT Vale mendorong jurnalis, mahasiswa, akademisi, dan pengamat untuk mengangkat berbagai kontribusi industri pertambangan terhadap pembangunan nasional.

Salah satu aspek yang dapat dieksplorasi adalah praktik pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi komunitas di sekitar wilayah operasional perusahaan.
MediaMIND 2026 memiliki enam subtema, yakni Ekonomi dan Investasi, ESG & Green Mining, Hilirisasi, Industrialisasi dan Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.
Karya yang dapat diikutsertakan merupakan karya yang telah dipublikasikan pada periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026.
Untuk kategori jurnalis, batas akhir pengumpulan karya ditetapkan pada 17 September 2026. Sementara kategori umum, akademisi, dan pengamat dibuka hingga 25 Oktober 2026.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., IPM, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai media dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun pemahaman publik yang akurat dan berbasis fakta.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, media, dan industri perlu terus diperkuat agar informasi mengenai pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam dapat disampaikan secara objektif kepada masyarakat.
“Media dan kampus memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan mendidik. Kolaborasi seperti MediaMIND ini penting untuk terus dijaga dan diperluas,” ujar Suhasman.
Melalui MediaMIND 2026, MIND ID berharap semakin banyak kisah mengenai transformasi masyarakat, inovasi lokal, dan praktik pembangunan berkelanjutan yang dapat diangkat ke ruang publik.
Kisah-kisah tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kontribusi industri pertambangan, tidak hanya terhadap perekonomian nasional, tetapi juga terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Informasi mengenai kategori, persyaratan, dan pendaftaran MediaMIND 2026 tersedia melalui kanal pendaftaran yang disiapkan panitia. (Adv)


