Sorotan Netizen Usai Hadiri Kontes Kecantikan Transgender di Thailand, Ini Penjelasan Arya Wedakarna

I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK. (Sumber: Detikcom/Foto: Aryo Mahendro/detikBali)

MENITNEWS.CO.ID, DENPASAR — Foto-foto yang menampilkan Arya Wedakarna saat menghadiri ajang kontes kecantikan transgender, Miss Equality World 2026, mendadak viral dan menuai beragam reaksi netizen di media sosial. Menanggapi riuhnya pembicaraan publik, Arya memberikan klarifikasi terkait keterlibatan dirinya dalam acara yang berlangsung di Bangkok, Thailand tersebut.

Arya menegaskan bahwa kedatangannya pada kegiatan itu murni kapasitas pribadi serta kapasitasnya sebagai Presiden Hindu Center of Indonesia, bukan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Bali. Kehadirannya dipicu oleh undangan organisasi independen yang menilai Bali berhasil dalam mengelola sektor pariwisata.

Baca juga: Ban Utama Pecah Usai Lepas Landas, Garuda Indonesia GA604 Mendarat Selamat di Makassar

Pertemuan awal dengan pihak penyelenggara terjadi pada pertengahan tahun ini di kediamannya. Saat itu, ia menerima kedatangan panitia acara yang sering melakukan aksi kemanusiaan.

“Jadi kronologisnya, pertengahan tahun ini ya, Juni ya. Itu, saya bertempat di istana saya di Jembrana. Mewakili pribadi ya dan juga sebagai tokoh budaya Hindu. Kita menerima panitia, namanya MS Organization. Jadi mereka berjaringan di 15 negara dan mereka ini sudah sering mengadakan kegiatan charity di Bali,” ujar Arya saat memberikan keterangan kepada awak media, dikutip dari Detikcom, Rabu (2/9/2026).

Rangkaian agenda di Thailand diisi dengan berbagai kegiatan kebudayaan dan keagamaan. Arya sempat mendatangi Vihara Buddha, kuil Hindu, pameran, hingga diskusi publik sebelum menghadiri agenda puncak penyerahan apresiasi pada 30 Agustus.

Baca juga: Wali Kota Munafri Perluas Pembebasan Iuran Sampah, 11.417 Rumah di Tallo Berpeluang Gratis

Ia menjelaskan bahwa kehadirannya pada malam puncak tersebut sebatas menerima penghargaan atas nama Bali terkait keberhasilan pariwisata daerah. Momen penyerahan penghargaan berupa pameran video pariwisata Bali itulah yang kemudian diabadikan dalam foto dan beredar luas.

“Jadi yang di mana saya datang untuk mewakili Bali, karena menerima apa, video itu ya tentang pariwisata Bali yang dianggap berhasil. Ya udah itu aja. Tanpa pidato, menerima, ya sudah, selesai gitu aja, pamit, begitu,” tuturnya.

Terkait latar belakang ajang yang mengusung isu transpuan, Arya mengaku tidak mengetahui detail konsep acara tersebut sejak awal. Menurutnya, bertanya mengenai isu gender kepada pihak penyelenggara di Thailand dirasa kurang etis.

Baca juga: Gerindra Makassar Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Asrama Kodam Mattoangin

Pakaian yang ia kenakan saat acara berlangsung juga ditegaskan sebagai penanda bahwa dirinya hadir atas nama pribadi dan tokoh budaya. Arya tampak mengenakan pakaian adat khas Bali dalam ajang internasional tersebut.

“Nggak. Kan kita kan secara, saya nggak tahu. Yang kedua kan kita kan tidak etis dong nanya-nanya tentang gender, ya. Kita kan tahu Thailand. Thailand kan di sana kan gendernya banyak. Nggak, nggak (perwakilan DPD) saya sebagai pribadi. Makanya saya pakai baju adat Bali,” ungkapnya.

Selain soal acara, keberadaan pria berseragam yang berdiri tepat di sampingnya dalam foto yang beredar turut memicu spekulasi publik. Arya meluruskan bahwa sosok tersebut merupakan petugas pengamanan atau ajudan yang bertugas mendampinginya selama berada di luar negeri.

Baca juga: Wali Kota Makassar Pastikan Korban Kebakaran Asrama TNI Dapat Akses Layanan Kesehatan

Langkah pengamanan melekat tersebut diambil mengingat kondisi keamanan di kawasan tersebut sedang dinilai rawan. Ia membeberkan pertimbangan situasi terkini di Thailand yang diwarnai isu konflik antarnegara hingga potensi gangguan keamanan.

“Memang kita kan lihat di Thailand tuh kan lagi, lagi rawan ya. Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar, Kamboja,” jelas Arya.

Baca juga: BPBD Makassar Tangani Kebakaran Asrama TNI di Mamajang, 19 Rumah Terdampak dan Dua Warga Luka

“Kemudian kemarin tuh ada, di sana kan sering ada ledakan bom dan juga ada penembakan. Jadi memang melekat aja, memang tugasnya mengawal saya, nggak ada hubungannya,” kata Arya memungkasi penjelasannya. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan