BPBD Makassar Tangani Kebakaran Asrama TNI di Mamajang, 19 Rumah Terdampak dan Dua Warga Luka

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda kawasan permukiman dan asrama TNI di Jalan Padjonga Dg Ngalle/Jalan Opu Dg Siraju, RT 006/RW 003, Kelurahan Pa’batang, Kecamatan Mamajang, Makassar, Selasa (1/9/2026).

Kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.30 WITA tersebut berdampak pada 19 unit rumah, asrama, dan barak. Berdasarkan laporan awal BPBD Makassar, sebanyak 17 bangunan mengalami kerusakan berat, sedangkan dua bangunan lainnya mengalami kerusakan sedang.

Sebanyak 29 kepala keluarga dengan total 93 jiwa tercatat terdampak akibat peristiwa tersebut. Hingga laporan awal dibuat, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Dalam penanganan di lokasi, BPBD Makassar bersama unsur terkait melakukan evakuasi warga, penanganan korban, serta mendukung proses pemadaman.

Tim gabungan yang terlibat terdiri atas BPBD Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, pemerintah setempat, serta sejumlah organisasi atau lembaga kemanusiaan.

Sekitar 28 armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Selain proses pemadaman dan evakuasi, posko penanganan juga telah didirikan di sekitar lokasi kejadian untuk mendukung penanganan warga terdampak.

Baca Juga : BPBD Kota Makassar Genjot Kompetensi Personel Lewat Pelatihan Intensif, Siaga Hadapi Situasi Darurat

BPBD Makassar juga memberikan penanganan terhadap dua warga yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Satu warga laki-laki mengalami sesak napas dan kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara oleh tim BPBD. Sementara satu warga lainnya mengalami luka robek pada bagian dahi dan mendapatkan rujukan ke RS Labuang Baji.

Tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam laporan awal kejadian tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, menegaskan bahwa penanganan korban dan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap kejadian kebakaran maupun bencana di wilayah Makassar.

“BPBD bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan evakuasi dan penanganan warga terdampak. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat segera ditangani,” ujar Fadli Tahar.

Ia juga menekankan pentingnya pendataan dan asesmen lanjutan setelah situasi di lokasi benar-benar aman. Hal tersebut diperlukan untuk memastikan jumlah warga terdampak, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan penanganan berikutnya dapat terdata secara akurat.

“Kami masih melakukan asesmen secara bertahap karena kondisi di lokasi masih dalam penanganan dan warga juga masih mengalami trauma. Data mengenai korban berdasarkan usia dan jenis kelamin akan dilengkapi setelah proses pendataan dapat dilakukan dengan lebih optimal,” katanya.

Selain melakukan penanganan darurat, BPBD Makassar bersama unsur terkait juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak kebakaran.

Sejumlah kebutuhan yang diperlukan antara lain tenda terpal, selimut, sarung, pakaian, baby kit, family kit, dan first aid kit.

Kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pascakebakaran, khususnya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau harus mengungsi sementara akibat kerusakan bangunan.

Baca Juga : BPBD Makassar Salurkan Air Bersih Saban Hari Pasca Penetapan Tanggap Darurat Kekeringan

BPBD Makassar memastikan posko penanganan tetap tersedia di sekitar lokasi untuk mendukung koordinasi bantuan dan pelayanan bagi warga terdampak.

Sementara itu, akses menuju lokasi kebakaran masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga memudahkan mobilisasi personel, armada, serta bantuan untuk warga.

BPBD Makassar menyatakan pendataan dan asesmen akan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai dampak kebakaran. Data awal tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan lanjutan bagi 29 kepala keluarga yang terdampak.

Kebakaran yang terjadi di kawasan asrama TNI Mattoanging tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak terhadap puluhan keluarga. BPBD Makassar bersama seluruh unsur penanganan kebencanaan terus melakukan koordinasi untuk memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan sesuai kebutuhan. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan