MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Komisi IV DPR RI mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga swasembada pangan nasional di tengah tantangan sektor pertanian dan kondisi iklim yang dinamis.
Apresiasi tersebut disampaikan anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Alien Mus, dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Selasa (1/9/2026).
Alien menilai sektor pertanian memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan pangan sekaligus mempertahankan swasembada nasional, terutama untuk komoditas beras dan jagung.
“Pada prinsipnya kami Partai Golkar menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Republik Indonesia, pada saat ini juga Pak Menteri Pertanian. Dengan suasana dan iklim yang luar biasa, tapi pertanian menjadi salah satu kementerian yang menjaga bahwa swasembada pangan itu tetap terjaga,” kata Alien.
Menurut dia, capaian tersebut patut diapresiasi karena Kementan mampu menjaga produksi pangan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian.
“Mungkin kita memberikan apresiasi dan applause,” ujarnya.
Selain memberikan apresiasi, Alien mendorong pemerintah dan DPR memperkuat dukungan anggaran bagi Kementan pada 2027.
Ia menilai anggaran yang memadai diperlukan agar capaian swasembada pangan tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga diperkuat dan diperluas.
“Saya yakin di tangan Pak Menteri dengan anggaran sekitar Rp28 triliun ini bisa menjadi salah satu pacuan untuk bisa menjadi Indonesia tetap bisa mempertahankan swasembada, khususnya di beras dan jagung dan juga beberapa lainnya,” ujar Alien.
Alien juga berharap Kementan memperoleh tambahan anggaran pada tahun anggaran 2027. Menurutnya, besarnya tanggung jawab dalam menjaga swasembada pangan perlu diimbangi dengan dukungan pembiayaan yang memadai.
“Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang diberikan kepada Kementerian Pertanian kalau bisa mendapat tambahan anggaran karena sangat luar biasa kerjanya,” katanya.
Ia menambahkan, agenda swasembada pangan kini tidak hanya berfokus pada beras dan jagung. Sejumlah komoditas lain juga perlu mendapat perhatian, termasuk bawang putih.

“Apalagi disampaikan Ibu Ketua Komisi IV, ada komoditas yang menjadi tambahan untuk swasembada yaitu bawang putih. Banyak sekali yang harus diperhatikan,” ujar Alien.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan ketahanan dan swasembada pangan menjadi bagian penting dalam arah pembangunan pertanian nasional.
Amran mengatakan pemerintah akan terus memperkuat kemandirian pangan melalui berbagai kebijakan untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
“Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Ke depan pemerintah akan terus memperkuat kemandirian pangan,” kata Amran.
Dalam pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2027, Amran menjelaskan bahwa program kerja Kementan diarahkan untuk mendukung agenda kedaulatan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional.
“Rencana kerja pemerintah Kementerian Pertanian tahun 2027 diarahkan untuk mendukung program kerja prioritas nasional, yaitu klaster kedaulatan pangan melalui pengembangan kawasan berintegrasi,” ujarnya.
Pengembangan kawasan tersebut mencakup sejumlah komoditas pangan strategis, antara lain padi, kedelai, jagung, dan bawang putih. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan kawasan perkebunan serta peningkatan produksi peternakan.
Menurut Amran, penguatan sektor pertanian tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan.
Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menjamin kepastian pasokan bahan baku industri pengolahan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta menaikkan pendapatan petani.
Selain itu, pemerintah mendorong penguatan substitusi impor dan peningkatan daya saing ekspor nasional.
“Dalam rangka menjamin kepastian pasokan bahan baku industri pengolahan, peningkatan penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pendapatan petani serta memperkuat substitusi impor dan daya saing ekspor nasional sesuai arahan Bapak Presiden,” kata Amran.
Dengan arah kebijakan tersebut, penguatan anggaran Kementan pada 2027 diharapkan mampu menopang keberlanjutan program swasembada sekaligus memperkuat kemandirian pangan Indonesia.(*)


