OJK Dorong Siswa Sekolah Rakyat Biasakan Menabung Sejak Dini

MENITNEWS.CO.ID, BEKASI — Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendorong para siswa Sekolah Rakyat membiasakan diri menabung sejak usia dini sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan mengelola keuangan untuk masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam seremoni puncak Hari Indonesia Menabung yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026).

Friderica yang akrab disapa Kiki mengatakan, menabung tidak harus menunggu seseorang memiliki uang dalam jumlah besar.

Menurutnya, kebiasaan menyisihkan sebagian uang yang dimiliki dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kondisi keuangan yang lebih baik di masa mendatang.

“Ini adalah contohnya kalau punya uang Rp120 ribu, adik-adik bisa nabung misalnya Rp5 ribunya ditabung. Kemudian Rp10 ribunya buat kebutuhan dan jajan boleh, tapi jangan semua. Jadi harus pintar-pintar kita membiasakan diri menabung sejak dini,” ujar Kiki.

Baca Juga : OJK Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial, 570 Siswa Sekolah Rakyat Mulai Menabung

Ia menekankan bahwa kebiasaan menabung perlu ditanamkan secara konsisten. Menurutnya, kemampuan mengatur uang sejak usia sekolah akan menjadi bekal penting ketika para siswa memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kerja.

Selain kebiasaan menabung, Kiki juga menyoroti pentingnya penguatan edukasi dan literasi keuangan bagi generasi muda. Hal ini dinilai penting mengingat jumlah penduduk Indonesia yang berada dalam kelompok pelajar dan mahasiswa cukup besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 88 juta penduduk Indonesia merupakan pelajar dan mahasiswa atau setara dengan sekitar 31 persen dari total populasi nasional.

Sementara itu, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) terbaru menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen. Adapun tingkat inklusi keuangan nasional tercatat sebesar 93,61 persen.

Namun, tingkat literasi dan inklusi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah rata-rata nasional. Literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62,72 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangannya mencapai 92,76 persen.

Kiki menilai kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya penguatan edukasi keuangan bagi generasi muda. Pemahaman mengenai cara mengelola uang, menabung, memenuhi kebutuhan secara bijak, hingga mengenali layanan keuangan menjadi kemampuan penting yang perlu dibangun sejak bangku sekolah.

Menurut dia, peningkatan literasi keuangan tidak dapat dilakukan oleh OJK sendiri. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan perlu mengambil peran untuk membentuk generasi muda yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan.

Baca Juga : OJK Perkuat Ekosistem Aset Digital dan Kripto Lewat Regulasi Hingga Business Matching

“Maka itu ini adalah tugas kita semua dan juga para kepala daerah untuk semakin meningkatkan indeks literasi dan inklusi pelajar di Indonesia,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Indonesia Menabung, OJK berharap kebiasaan menabung dapat semakin mengakar di kalangan pelajar. Kebiasaan sederhana menyisihkan sebagian uang sejak dini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi generasi muda dalam merencanakan pendidikan, mencapai cita-cita, dan membangun masa depan yang lebih baik. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan