BPBD Makassar Perluas Distribusi Air Bersih, Permintaan Warga Tembus 50 Titik

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, terus memperkuat penanganan dampak kekeringan dengan memperluas distribusi air bersih kepada masyarakat.

Hingga Rabu (2/9/2026), permintaan bantuan air bersih telah mencapai sekitar 50 titik dan menjangkau ribuan kepala keluarga.

Peningkatan permintaan tersebut terjadi seiring musim kemarau panjang yang menyebabkan tekanan air Perumda Air Minum Kota Makassar menurun di sejumlah wilayah.

Kondisi itu membuat BPBD Makassar bersama sejumlah perangkat daerah terus melakukan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke kawasan permukiman yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi turun langsung memantau penanganan tersebut pada Rabu pagi. Ia menyusuri sejumlah lorong permukiman di Kecamatan Tallo hingga Kecamatan Tamalanrea untuk memastikan distribusi air yang dilakukan pemerintah benar-benar diterima warga.

Dalam kunjungannya, Munafri melihat langsung warga mengantre dengan membawa jeriken, galon, dan berbagai wadah untuk mendapatkan air bersih yang disalurkan pemerintah melalui BPBD Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.

“Hari ini kami turun langsung di beberapa titik di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea melihat SPAM dan distribusi air kepada warga yang membutuhkan. Kami turun langsung memastikan bantuan tersalur,” kata Munafri.

Munafri mengatakan, kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat. Berdasarkan pemantauan pemerintah kota, permintaan distribusi air yang ditangani BPBD Makassar kini telah mencapai sekitar 50 titik.

“Kebutuhan air terus difasilitasi BPBD, sudah turun dan setiap hari ada peningkatan jumlah permintaan. Hari ini sudah menuju ke angka 50-an titik yang membutuhkan air bersih,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan peran BPBD Makassar semakin penting dalam penanganan kekeringan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang tidak mendapatkan pasokan air secara optimal.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Dr. HM Fadli Tahar mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan armada dan personel untuk memastikan masyarakat terdampak kekeringan mendapatkan akses air bersih.

Menurut Fadli, distribusi dilakukan berdasarkan laporan dan permintaan masyarakat yang masuk. BPBD kemudian mengatur penyaluran dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan serta kondisi wilayah terdampak.

Baca Juga : Tanggap Darurat Kekeringan, Personel BPBD Makassar Siaga 24 Jam Pastikan Penyaluran Air Bersih

“BPBD terus melakukan pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami berupaya memastikan setiap laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti dan kebutuhan air warga terpenuhi,” ujar Fadli.

Ia menegaskan, kondisi kemarau yang berkepanjangan membuat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah meningkat sehingga koordinasi lintas perangkat daerah menjadi sangat penting.

“Penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan sendiri. Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait agar distribusi air dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Munafri mengawali agenda di Kelurahan Rappokalling, tepatnya di Jalan Dg Tantu. Dari lokasi tersebut, ia kemudian bergerak ke Jalan Teuku Umar 15 untuk melihat kondisi warga dan proses pemenuhan kebutuhan air bersih.

Peninjauan dilanjutkan ke sejumlah fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), termasuk kawasan Rumah Warna-warni di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo.

Munafri juga mengecek SPAM Air di Kelurahan Kaluku Bodoa, Jalan Butta-butta Ca’di Lorong 4, serta SPAM Air Pannampu di Jalan Bersih, Kelurahan Pannampu, yang berada di depan Kantor Lurah Pannampu.

Selanjutnya, ia melihat SPAM Air Pannampu di Jalan Indah dan SPAM Air Kelurahan Buloa di Jalan Sultan Abdullah Raya Lorong 3.

Dari Kecamatan Tallo, peninjauan dilanjutkan ke Kecamatan Tamalanrea. Salah satu titik yang dikunjungi yakni SPAM Air Kelurahan Parangloe di Jalan Bontoa Barat.

Munafri mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas air yang tersedia dapat berfungsi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Selain distribusi air melalui BPBD, Pemkot Makassar juga mengoptimalkan pelayanan mobil tangki Perumda Air Minum kepada pelanggan maupun nonpelanggan.

Munafri mengatakan, tekanan air yang menurun akibat musim kemarau membuat pemerintah harus menyiapkan sejumlah langkah alternatif untuk menjaga ketersediaan air masyarakat.

“PDAM sudah memberikan pelayanan kepada para pelanggan maupun nonpelanggan melalui mobil tangki PDAM yang disediakan karena tekanan air lagi turun di musim kemarau ini,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengoptimalkan SPAM yang telah dibangun, termasuk fasilitas yang masih dalam tahap pembangunan maupun pemeliharaan.

“Dari Dinas PU melalui SPAM yang dibangun, ada juga dalam proses pembangunan. Ini kita akan optimalisasi dengan baik, memastikan bahwa seluruh sumber air ini bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat,” ujar Munafri.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap distribusi air secara darurat, Pemkot Makassar juga menyiapkan pembangunan SPAM baru.

Tahun ini terdapat 18 SPAM yang direncanakan dibangun. Sejumlah titik masih dalam proses pengerjaan, sementara beberapa lokasi telah memasuki tahap pengeboran untuk mencari sumber air.

Munafri menyebut pembangunan tersebut ditargetkan dapat segera rampung sesuai masa kontrak.

“Kontraknya tiga bulan, sudah berjalan satu bulan. Jadi tidak lebih dari dua bulan sudah terbangun lagi SPAM yang dalam proses pengerjaan sekarang ini,” jelasnya.

Selain pembangunan SPAM, pemerintah juga menyiapkan pembangunan sumur bor konvensional bersama tokoh masyarakat di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat munculnya sumber air baru sekaligus mendekatkan akses air kepada warga.

Pemerintah juga akan memperbanyak titik penampungan atau tandon agar distribusi air tidak terkonsentrasi di satu lokasi.

Baca Juga : Dampak Kekeringan Meluas, BPBD Makassar Layani 45 Titik Distribusi Air Bersih Setiap Hari

“Yang paling penting adalah tempat penampungannya seperti tandon-tandon penampungan itu harus diatur dengan baik supaya kebutuhan masyarakat tidak terfokus pada satu tempat, tapi sudah bisa terdistribusi,” kata Munafri.

Dalam kondisi kekeringan yang semakin panjang, BPBD Makassar menjadi salah satu perangkat daerah yang berada di garis depan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Distribusi air menggunakan mobil tangki menjadi langkah cepat untuk membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air dari jaringan perpipaan.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar Dr. HM Fadli Tahar mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan respons terhadap permintaan masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

“Fokus kami adalah memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan mendapatkan pelayanan dasar, khususnya air bersih. Kami akan terus bergerak berdasarkan kebutuhan di lapangan dan memperkuat koordinasi agar distribusi berjalan tepat sasaran,” tegas Fadli.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih agar segera menyampaikan laporan kepada pemerintah setempat sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

Pemkot Makassar juga telah mengaktifkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan kekeringan.

Munafri memastikan penggunaan BTT dapat dilakukan karena pemerintah telah menetapkan kondisi kekeringan yang berkepanjangan sebagai situasi yang membutuhkan penanganan lebih serius.

“Sudah, BTT-nya ini sudah jalan karena kita sudah masuk ke dalam wilayah tanggap darurat karena musim kering ini sangat panjang,” tegasnya.

Dengan dukungan anggaran tersebut, penanganan kekeringan diharapkan tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih secara darurat, tetapi juga memperkuat infrastruktur penyediaan air untuk menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan.

BPBD Makassar bersama Dinas PU, Damkarmat, Perumda Air Minum, pemerintah kecamatan dan kelurahan akan terus memperkuat koordinasi untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan