Dampak Kekeringan Meluas, BPBD Makassar Layani 45 Titik Distribusi Air Bersih Setiap Hari

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dampak kekeringan di Kota Makassar semakin meluas. Kondisi kemarau yang masih berlangsung membuat permintaan bantuan air bersih dari masyarakat terus meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar kini harus melayani hingga 45 titik distribusi air bersih dalam sehari. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran 24 titik.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Dr. Muhammad Fadli Tahar, mengatakan peningkatan permintaan air bersih menunjukkan semakin luasnya wilayah yang terdampak kekeringan.

“Untuk hari ini ada 45 titik yang harus kita salurkan, sebelumnya hanya 24 titik,” kata Fadli saat ditemui di Kantor BPBD Makassar, Jalan Kerung-Kerung, Kecamatan Makassar, Rabu (2/9/2026).

Menurut Fadli, peningkatan jumlah titik distribusi membuat BPBD Makassar menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan armada yang dapat digunakan untuk mengangkut dan mendistribusikan air bersih.

Meski demikian, BPBD Makassar tetap berupaya memenuhi kebutuhan warga melalui dukungan lintas instansi yang tergabung dalam posko komando tanggap darurat kekeringan.

“BPBD tidak sendiri. Kami dibantu Damkarmat, DLH, PMI, kecamatan. Mereka masing-masing menyumbangkan dump truck-nya,” jelasnya.

Saat ini, kata Fadli, terdapat 14 armada gabungan yang dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.

Namun, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Sebagai perbandingan, pada kondisi kekeringan serupa pada 2023, BPBD Makassar dapat mengoperasikan sekitar 60 armada untuk mendukung distribusi air.

“Armada kita sekarang ini ada 14. Itu gabungan semua. Sangat kurang sekali,” ujarnya.

Keterbatasan armada membuat kendaraan yang tersedia harus bekerja lebih maksimal. Sejumlah armada bahkan harus menempuh dua hingga tiga kali rute distribusi dalam sehari agar kebutuhan masyarakat di berbagai titik tetap dapat dilayani.

BPBD Makassar menerapkan dua pola utama dalam penyaluran bantuan air bersih.

Pertama, air bersih didistribusikan dengan mengisi tandon yang sebelumnya telah ditempatkan di lokasi-lokasi terdampak kekeringan. Tandon tersebut kemudian menjadi sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Kedua, BPBD dan tim gabungan menyalurkan air secara langsung kepada warga. Masyarakat yang membutuhkan dapat datang membawa jeriken atau wadah air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Peningkatan dari 24 menjadi 45 titik distribusi dalam sehari menjadi gambaran bahwa kebutuhan air bersih masyarakat Makassar terus meningkat di tengah kemarau. Dengan keterbatasan armada, sinergi antarinstansi menjadi salah satu kunci agar distribusi bantuan tetap berjalan dan kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak dapat terpenuhi. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan