MENITNEWS.CO.ID, MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mendorong adanya perubahan mekanisme pelepasan jemaah haji untuk musim berikutnya. Pemkab mengusulkan agar proses pemberangkatan jemaah asal Kabupaten Maros dipusatkan di satu titik, yakni Masjid Al-Markaz, guna memurai penumpukan kendaraan di kawasan Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Langkah ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetaziem Mansyur. Ia menilai evaluasi terhadap alur pelepasan jemaah sangat penting dilakukan agar pergerakan rombongan menuju tempat penerimaan tidak memicu kemacetan lalu lintas yang parah di sekitar lokasi asrama.
Secara umum, Andi Muetaziem mengapresiasi peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji di wilayahnya. Penanganan yang kini dilakukan secara mandiri oleh Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros dinilai telah menunjukkan perkembangan positif meski lembaga tersebut baru berjalan sekitar satu tahun.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Khidmad Kemenhaj pada Selasa (8/9/2026). Ia menyebutkan bahwa tata kelola pelayanan jemaah secara keseluruhan sudah berada pada alur yang baik, kendati masih ada detail operasional yang perlu dirapikan.
Menurut Andi Muetaziem, pembenahan difokuskan pada penataan titik kumpul pemberangkatan. Dengan memusatkan seluruh jemaah di Masjid Al-Markaz sebelum beriringan menuju lokasi asrama, pelepasan jemaah diyakini bisa berlangsung jauh lebih teratur.
Gagasan tersebut ditegaskan sebagai bentuk kontribusi dan masukan resmi Pemkab Maros kepada jajaran Kementerian Haji dan Umrah setempat. Harapannya, skema ini dapat menciptakan suasana pelepasan yang aman, tertib, sekaligus meminimalkan gangguan arus lalu lintas bagi masyarakat umum.
Rencana pemusatan lokasi pemberangkatan ini direspons positif oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin. Pihaknya menyambut baik masukan dari Pemkab Maros demi memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi para duyufurrahman.
Ahmad menilai penataan ini sangat realistis mengingat jarak geografis antara Kabupaten Maros dan Asrama Haji Sudiang terbilang cukup dekat. Efisiensi rute dan waktu ini dinilai mampu menjaga kondisi fisik para jemaah agar tidak terlampau lelah sebelum terbang ke Tanah Suci.
Ia menambahkan, melalui sistem titik kumpul yang tertata, jemaah dapat langsung diarahkan masuk ke asrama haji setelah diberangkatkan dari lokasi pelepasan resmi.
Di sisi lain, jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros sebelumnya sempat mengkaji skema pengantaran langsung oleh pihak keluarga hingga ke area asrama. Opsi tersebut sempat dinilai praktis karena jemaah tidak perlu berkumpul di area transit tertentu.
Meski demikian, menindaklanjuti arahan dan masukan dari Pemerintah Kabupaten Maros, Ahmad memastikan instansinya siap menyelaraskan rencana operasional lapangan. Pihaknya akan segera mematangkan teknis pemberangkatan secara cermat agar seluruh tahapan pelepasan jemaah berjalan optimal. (Adv)



