MENITNEWS.CO.ID, MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, mengambil langkah strategis guna mengurai kemacetan menahun di jalur nasional Trans Sulawesi.
Pemkab Maros menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan pembangunan duplikasi atau jembatan kembar Jembatan Sungai Maros, yang selama ini menjadi titik krusial penyempitan jalan (bottleneck).
Rakor yang digelar baru-baru ini di Kantor Bupati Maros, bertujuan untuk menyelaraskan koordinasi lintas instansi antara Pemkab Maros, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan.
Langkah ini diambil untuk memastikan proyek infrastruktur strategis senilai Rp51,6 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut berjalan lancar sesuai target.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa pembangunan duplikasi jembatan ini sudah sangat mendesak demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Pembangunan duplikasi Jembatan Sungai Maros ini, kata dia, sangat mendesak karena ruas jalan di kedua sisi jembatan sudah berkapasitas empat lajur.
“Sementara jembatan eksisting saat ini masih berstatus dua lajur. Hal inilah yang selama ini memicu kemacetan parah,” ujar Bupati Maros, Chaidir Syam, saat dikonfirmasi Senin (24/8/2026).
Poin Utama Pembahasan Rakor:
Solusi Titik Kemacetan (Bottleneck): Fokus utama diarahkan pada pelebaran akses jalan guna menyamakan kapasitas jalur nasional agar arus kendaraan dari arah Makassar maupun sebaliknya dapat mengalir lebih lancar.
Pengawalan Pengadaan Tanah: Rakor turut membahas penyelesaian tahapan administrasi dan pembebasan lahan warga terdampak yang dikawal ketat secara transparan menggunakan mekanisme appraisal profesional.
Sinergi Kolaborasi Pusat dan Daerah: Pembagian peran dilakukan secara terpadu. Pemerintah pusat melalui BBPJN fokus pada konstruksi fisik jembatan sepanjang kurang lebih 103 meter, Pemprov Sulsel memberikan dukungan anggaran lahan, serta Pemkab Maros mengawal eksekusi di lapangan.
Kenyamanan Pengguna Jalan: Pemerintah memastikan bahwa selama proses konstruksi berlangsung, arus lalu lintas di jalur utama Makassar-Maros tetap normal tanpa adanya penutupan total jalur.
Melalui percepatan pembangunan jembatan kembar ini, Pemkab Maros optimis konektivitas logistik, kelancaran mobilitas warga dari Makassar menuju Maros hingga wilayah utara Sulawesi Selatan (Pangkep dan Barru), serta pertumbuhan ekonomi daerah dapat terdongkrak secara signifikan. (Adv)

