OJK Dorong Peningkatan Literasi Finansial Generasi Muda Banten Melalui Forum LIKE IT 2026

MENITNEWS.CO.ID, SERANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) Series #6 Tahun 2026 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Convention Hall pada Selasa (8/9). Meringkus tema “Money Moves: Invest Today, Build Your Future”, forum edukatif ini dirancang untuk membekali kalangan mahasiswa terkait manajemen keuangan mandiri, tabungan, investasi aman, hingga penggunaan fasilitas keuangan digital secara bijak demi terwujudnya kesejahteraan masa depan.

Inisiatif LIKE IT sendiri merupakan agenda tahunan sejak 2021 yang diusung lewat kolaborasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Lembaga Penjamin Simpanan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan pentingnya pemahaman finansial bagi anak muda. Mengingat kedekatan generasi muda dengan teknologi, kemudahan akses digital belum tentu berbanding lurus dengan kecakapan dalam mengelola finansial. Pembekalan pengetahuan tentang analisis risiko dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab menjadi aspek penting saat dihadapkan pada derasnya penawaran produk keuangan saat ini.

Guna menghindari tren psikologis seperti Fear of Missing Out (FOMO) maupun Fear of Other People’s Opinions (FOPO), Dicky membeberkan rumus utama pengelolaan uang bagi generasi muda.

“Ada beberapa kata kunci yang dapat dilakukan. Pertama, kelola. Kedua, lindungi. Ketiga, tumbuhkan. Kelola uang kita sebelum uang mengendalikan pilihan kita. Lindungi apa yang sudah kita miliki dengan selalu ingat legal dan logis, serta tumbuhkan semuanya dengan tujuan yang jelas,” ujar Dicky.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menilai penguatan literasi keuangan bagi anak muda tidak sekadar penunjang kesiapan masuk ke dunia kerja. Keterampilan ini krusial untuk mengelola pendapatan, mendirikan bisnis, berinvestasi, hingga menangkal maraknya kejahatan finansial berbasis rekayasa sosial, mulai dari phishing, tautan dan akun medsos palsu, penyamaran sebagai petugas bank, hingga ancaman pinjaman online serta investasi ilegal.

Andra Soni menaruh harapan agar kolaborasi berkelanjutan dengan OJK Banten mampu menumbuhkan daya saing generasi muda lokal hingga mampu memicu pertumbuhan ekonomi daerah Banten.

Selaras dengan hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M. A. Mahesa menyoroti tingginya kerentanan Generasi Z terhadap impulsivitas investasi dan produk keuangan ilegal. Faktor pemicunya tak jarang sekadar imbas tren atau saran di media sosial.

“Gen Z, kita-kita ini semua, teman-teman, adalah generasi yang sangat rentan terhadap masalah-masalah di keuangan. Contoh FOMO, kita ini sangat rentan terhadap pengambilan keputusan investasi yang impulsif karena mau ikut-ikutan. Belum lagi, kita ini juga sangat rentan terhadap aktivitas ilegal,” urai Annisa.

Ia menyarankan agar generasi muda memprioritaskan pemahaman kebutuhan diri, penyediaan dana darurat, menghindari utang konsumtif, mengalokasikan uang dingin saat berinvestasi, dan selalu memverifikasi informasi finansial dari kanal resmi.

Penyelenggaraan acara ini diapresiasi oleh Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Muhammad Ishom. Menurutnya, penetrasi instrumen keuangan yang kian meluas menjadikan edukasi ini modal berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kecakapan mengelola uang secara benar.

Urgensi peningkatan edukasi keuangan ini sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan OJK bersama BPS dan LPS. Hasil survei memperlihatkan indeks literasi keuangan nasional telah menyentuh angka 69,57 persen dengan inklusi keuangan sebesar 93,61 persen.

Namun, tingkat literasi kelompok pelajar dan mahasiswa tercatat masih berada di angka 62,72 persen—berada di bawah rata-rata nasional—meski tingkat inklusi keuangannya tergolong tinggi di angka 92,76 persen. Selisih angka ini mengindikasikan bahwa kepemilikan akses terhadap fasilitas keuangan pada generasi muda belum diimbangi pemahaman penggunaan yang memadai.

Pelaksanaan LIKE IT 2026 di Kota Serang ini dihadiri secara langsung oleh 1.000 mahasiswa perwakilan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Banten Jaya, Universitas Bina Bangsa, Universitas Serang Raya, serta Universitas Pamulang Serang. Selain itu, sekitar 2.473 peserta dari kalangan umum dan mahasiswa mengikuti rangkaian acara secara daring melalui saluran YouTube resmi Otoritas Jasa Keuangan.

OJK bersama para pemangku kepentingan berharap gerakan edukasi ini mampu mendorong generasi muda Banten menjadikan kecakapan finansial sebagai bagian dari gaya hidup untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan